A. Hudri Harisman

Majalengka, Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten Majalengka, H. Rd. Muhammad Umar Ma’ruf, S.Sos., M.Si., mensupport program Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Majalengka dalam mendirikan Sekolah Rakyat (SR) jenjang SMP.
Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Majalengka menyiapkan Gedung SKB sebagai tempat pendidikan SR. Selain itu, Disdik juga bahkan mempersiapkan guru serta staf pendukung lainnya, untuk operasional sekolah agar berjalan dengan lancar.
“Dengan adanya Sekolah Rakyat, diharapkan anak-anak dari keluarga kurang mampu di Kabupaten Majalengka dapat mengenyam pendidikan berkualitas dan memiliki kesempatan yang lebih baik untuk masa depan,” ungkap Kadisdik, Selasa (19/08/2025).
Sekolah Rakyat didirikan, sebagai upaya dalam mengimplementasikan program Presiden RI Prabowo Subianto. Hal tersebut diselenggarakan guna memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan.
Dengan Begitu, Pemkab Majalengka tahun 2025 telah siap membuka rintisan Sekolah Rakyat jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP).
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Majalengka, H. Nasrudin, mengatakan bahwa sesuai dengan program Presiden RI, agar di setiap Kabupaten dibuka Sekolah Rakyat.
“Ini sebuah inisiatif pendidikan alternatif yang ditujukan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu yang ada di Kabupaten Majalengka. Tahun ini kita membuka 4 kelas dengan siswa sebanyak 100 orang dari keluarga tidak mampu,” tutur Kadinsos, Selasa (19/08/2025).
Nasrudin menjelaskan bahwa perekrutannya bisa melalui pendamping PKH di desa masing-masing, sampai tanggal 24 Agustus 2025 dengan persyaratan sebagai berikut :
- KTP KK Orang Tua
- Akte Lahir Anak
- Surat Pernyataan
- Telah lulus SD
- Usia Calon Siswa 11-18 Tahun
- Ijazah SD
- Desil 1 dan 2 (boleh diluar Desil tsb, dengan catatan harus ada SKTM).
“Nantinya siswa di fasilitasi asrama selama mengikuti pendidikan dan makan gratis serta kebutuhan sekolah seperti buku, alat tulis dan yang lainya semuanya gratis,” pungkasnya.***





