Ada Apa..Proyek DAU Tahun 2023 Di SDN 15 Rantau Utara Sampai Saat Ini Belum Selesai.

Labuhanbatu – Grib.co.id

Pembangunan rehab rumah penjaga sekolah  SDN 15 Rantau Utara, Kelurahan Padang Matinggi, Kecamatan Rantau Utara, Kabupaten Labuhanbatu, yang dibangun dengan Dana Alokasi Umum (DAU) Tahun 2023, sekitar ratusan juta, kini menuai sorotan. 

Padahal menurut data yang diperoleh pengerjaannya dilaksanakan dua tahun lalu, namun hingga saat ini belum ada tanda-tanda akan kembali di selesaikan.

Pasalnya  proyek pembangunan rehab rumah penjaga SDN 15  yang di kerjakan dua tahun lalu, masih meninggalkan pengerjaan yang belum selasai, hal itu tampak dari atap plafon di dalam rumah belum afa yang terpasang, dan lantai rumah masih bekas rumah yang lama, terkesan berabu kalau dipijak dan di duduki.

Ketika hal ini di konfirmasi tim media ke penjaga SDN 15, bu Irma menuturkan, “pembangunan rehab rumah penjaga SDN 15, ini kerjakan tahun 2023, atas usulan Bapak Bupati Labuhanbatu dr.H. Erik Adtrada Ritonga MKM, sewaktu beliau berkunjung ke mari, karena pak Erik Alumni SDN 15 ini, dan pendanaan pembangunan rehab rumah penjaga SD ini sumber dan anggarannya saya tidak tahu”.

“rehab rumah penjaga sekolah SDN ini di laksanakan atas anjuran Bupati Labuhanbatu dr.H.Erik Adtrada Ritonga, yang besaran nilai pengerjaanya sekitar ratusan juta namun hasil dari pengerjaannya sangat tidak memuaskan, orang bapak bisa liat sendiri, atap plafon rumah belum terpasang, lantai rumah masih, lantai yang lama dan saya beli besi Hollow dua buah, agar pencuri tidak masuk ke rumah kalau di panjatnya,” bebernya.

Lanjut, bu Irma mengatakan, ” Ibu Kepala Sekolah sudah pernah mengusulkan ke Dinas Pendidikan perihal rehab rumah penjaga SD ini terkait, pengerjaannya yang sudah selasai dan kurang bagus, namun sampai tahun 2025 ini, belum ada perbaikan dan penambahan serta fasilitas sarana dan prasarana sekolah,”. Tutupnya. Kamis 28/8/2025.

Investigasi tim media di SDN 15, menemukan indikasi lemahnya pengawasan dari Dinas Pendidikan Kabupaten Labuhanbatu serta dugaan kelalaian kontraktor dan di duga adanya Mark’up dalam pengerjaan sehingga bangunan pun tidak selesai hingga saat.

Seterusnya, Sekjend Dinas Pendidikan Kabupaten Labuhanbatu Ahmad Yani sebagai PPK ketika di konfirmasi tim awak media mengatakan, “Kalau penjaga sekolah tentu tidak memahami isi rab..setau saya sekolah tersebut 2023 ada pekerjaan, dan memang anggaran tidak mencukupi, dan untuk pekerjaan plafond, akan di lanjutkan di tahun berikutnya,” tandas Yani.

Terpisah, Ketua Dewan Pimpinan Harian Komunikasi Pemberantasan Korupsi Pemantau Penyelamat Aset Negara (DPP KPK PEPANRI) Republik Indonesia Kabupaten Labuhanbatu Nur Azman Nst ketika di minta tanggapannya mengatakan, “meminta Inspektorat Kabupaten Labuhanbatu turun dan periksa pengerjaan Proyek di Dinas Pendidikan tahun anggaran 2023, yang sarat dengan dugaan aroma korupsi dan Mark’up, untuk itu DPP KPK PEPANRI dalam waktu dekat ini akan mengirim  surat dan laporan ke Inspektorat, Kejaksaan Negri, Kepolisian, dan  KPK RI, agar labuhanbatu cerdas dan bersinar “. Tegasnya.

Kamis: 28 Agustus 2025.
Laporan: Doray (Doni Rd).

Pos terkait