Ahmad Hudri Harisman

MAJALENGKA — Pemerintah Kabupaten Majalengka mengapresiasi kepercayaan yang diberikan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI kepada BAZNAS Kabupaten Majalengka sebagai penyelenggara pusat kegiatan BAZNAS Development Forum (BDF) V tingkat nasional yang digelar secara daring dari Gedung Yudha Abdi Negara, Sabtu (23/5/2026).
Bupati Majalengka, H. Eman Suherman, menilai penunjukan tersebut menjadi bukti bahwa kiprah dan inovasi BAZNAS Majalengka mendapat perhatian serius dari BAZNAS Pusat.
Menurutnya, keberhasilan itu tidak lepas dari berbagai program sosial yang menyentuh langsung masyarakat, mulai dari bantuan rumah tidak layak huni hingga penguatan kolaborasi dengan sektor swasta.
“Ini menandakan bahwa BAZNAS Majalengka dilirik BAZNAS Pusat karena dinilai dinamis, peduli terhadap masyarakat miskin, serta mampu membangun kolaborasi dengan dunia usaha,” ujar Eman didampingi Ketua BAZNAS Majalengka, H. Agus Asri Syabana.
Ia menyebut kepercayaan menjadi tuan rumah forum nasional tersebut sebagai momentum penting untuk memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan BAZNAS dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Eman juga mengapresiasi langkah Ketua BAZNAS Majalengka yang aktif membangun komunikasi dan koordinasi dengan BAZNAS RI sehingga berbagai program nasional mulai diarahkan ke Majalengka.
Menurutnya, sejumlah program strategis dari BAZNAS Pusat kini mulai hadir di Majalengka, seperti food bank dan balai ternak, yang sebelumnya belum pernah diperoleh daerah tersebut.
“Karena BAZNAS Majalengka sekarang berkembang dan bergerak maju, akhirnya dipercaya oleh BAZNAS Pusat. Ini harus menjadi semangat untuk terus meningkatkan pelayanan sosial kepada masyarakat,” katanya.
Forum bertema “Penguatan Ekosistem Zakat Daerah untuk Akselerasi Transformasi Sosio-Ekonomi Masyarakat” itu turut dihadiri salah satu pimpinan BAZNAS RI, Hj. Saidah Sakwan, M.A.
Dalam sambutannya, Saidah memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Majalengka atas dukungan yang konsisten terhadap penguatan gerakan zakat di daerah.
Ia menilai dukungan pemerintah daerah menjadi faktor penting dalam optimalisasi pengelolaan zakat, infak, dan sedekah secara profesional dan berdampak.
Selain itu, ia juga menyoroti inovasi program SIGAP (Sedekah Infak Generasi Anak Peduli) yang digagas BAZNAS Majalengka sebagai langkah strategis membangun budaya zakat sejak usia dini.
Menurut Saidah, program tersebut merupakan bentuk nyata “manasik zakat” yang bertujuan menanamkan nilai kepedulian sosial, empati, solidaritas, dan semangat berbagi kepada generasi muda.
“Menanamkan semangat berbagi sejak usia dini merupakan investasi karakter yang sangat penting. Dari sinilah lahir budaya kedermawanan dan kepedulian sosial yang menjadi fondasi penguatan ekosistem zakat di masa depan,” ujarnya.
Melalui forum nasional ini, BAZNAS RI berharap berbagai praktik baik yang telah dijalankan BAZNAS Kabupaten Majalengka dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain dalam memperkuat zakat sebagai instrumen transformasi sosial dan ekonomi masyarakat.***





