Bupati Eman Apresiasi Antusiasme Warga, Peserta KB MOW dan MOP Melebihi Target

Ahmad Hudri Harisman

MAJALENGKA – Antusiasme masyarakat Kabupaten Majalengka mengikuti pelayanan Keluarga Berencana (KB) Metode Operasi Wanita (MOW) dan Metode Operasi Pria (MOP) membludak hingga melampaui target yang telah ditetapkan panitia. Bahkan, kuota pelayanan yang semula disiapkan untuk 250 peserta terpaksa ditambah karena jumlah pendaftar mencapai sekitar 300 orang.

Lonjakan peserta tersebut terjadi pada pelayanan KB dalam rangka memperingati Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 yang digelar di Klinik KIAS Kodim 0617/Majalengka, Kamis (2/7/2026). Kegiatan ini ditinjau langsung oleh Bupati Majalengka Eman Suherman bersama Dandim 0617/Majalengka Letkol Inf. Rendra Dwi Jayanto.

Bupati Eman Suherman mengaku sempat meragukan tingginya minat masyarakat mengikuti program KB metode operasi. Namun kenyataannya, jumlah peserta justru jauh melampaui perkiraan.

“Kami awalnya agak pesimis, ternyata luar biasa. Pesertanya membeludak, bahkan kuota sampai overload. Yang lebih membanggakan, bukan hanya MOW, peserta MOP dari kalangan laki-laki juga meningkat,” ujar Eman.

Menurutnya, tingginya partisipasi masyarakat menunjukkan perubahan pola pikir terhadap program KB. Jika dulu KB identik dengan program pemerintah, kini masyarakat justru datang secara sukarela karena menyadari pentingnya merencanakan keluarga.

Eman menyebut keberhasilan tersebut turut berdampak pada pengendalian laju pertumbuhan penduduk di Kabupaten Majalengka yang kini berada di angka 0,77 persen, atau masih di bawah satu persen.

“Kami berharap pelayanan seperti ini terus berlanjut sehingga mampu mewujudkan keluarga yang sehat, sejahtera, dan berkualitas sekaligus mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia menuju Majalengka Langkung Sae,” katanya.

Sementara itu, Kepala DP3AKB Kabupaten Majalengka Gun Gun Mochamad Dharmadi mengatakan tingginya animo masyarakat di luar perkiraan panitia. Program yang merupakan hasil kolaborasi dengan BKKBN Jawa Barat itu awalnya hanya menargetkan 250 peserta.

“Pada pelaksanaannya jumlah peserta mencapai sekitar 300 orang. Peserta MOW melebihi 230 orang, sedangkan peserta MOP juga melampaui target dengan mencapai 26 orang,” jelasnya.

Salah seorang peserta MOW, Sumiati (36), warga Cigasong, mengaku terbantu dengan pelayanan gratis tersebut.

“Awalnya saya takut, tetapi setelah mendapat penjelasan dari petugas akhirnya mantap mengikuti MOW. Ini pilihan terbaik untuk menjaga kesehatan dan fokus membesarkan tiga anak kami,” tuturnya.

Hal senada disampaikan Dadang (42), warga Kadipaten yang memilih mengikuti MOP.

“KB bukan lagi hanya tanggung jawab istri. Saya ingin berbagi peran karena istri sering tidak cocok menggunakan alat kontrasepsi. Ternyata proses MOP cepat dan tidak seseram yang dibayangkan,” ujarnya.

Pos terkait