Labuhanbatu- Grib.co.id
Pekerjaan proyek pemeliharaan aspal Jalan Kampung Jawa, Kelurahan Padang Matinggi Kecamatan Rantau Utara provinsi Sumatra Utara, mulai disoroti oleh warga setempat.
Pasalnya, Pekerjaan proyek yang sudah selesai lebih kurang satu minggu itu tanpa plank nama proyek. Hal itu, mendapat sorotan dari warga Kampung Jawa, dan warga sekitar yang melintas, proyek yang dibangun pemerintah Kabupaten Labuhanbatu Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR ) itu diduga proyek siluman, sebab sama sekali tidak terpasang plank informasi proyek. Proyek pekerjaan aspal jalan di Kampung Jawa yang sudah selesai pengerjaannya, diduga dikerjakan asal jadi. Hal itu terlihat banyak ditemukan kejanggalan di lapangan, di beberapa titik pekerjaan.
Pantauan tim awak media di lapangan, proyek pemeliharaan jalan yang baru saja siap dikerjakan lebih kurang satu minggu ini, sudah terlihat banyak kejanggalan, seperti lokasi pengerjaan jalan aspal tambal sulam, yang tidak merata padahal masih banyak lagi di sekitarnya yang harusnya di tambal sulam, sehingga sangat disayangkan jika pekerjaan itu terkesan asal jadi.
Ironisnya lagi, sepanjang jalan pengerjaan proyek itu juga tidak tertera plank informasi pekerjaan, dari awal pengerjaan hingga selesai dikerjakan.
Sebagaimana diungkapkan oleh beberapa warga kampung jawa yang melintas di jalan tersebut, yang enggan di sebutkan nama nya mempertanyakan tentang plank informasi proyek.
Kami sebagai warga kampung jawa juga ingin tau, kenapa tidak ada papan informasi proyek..?, berapa anggarannya untuk perbaikan jalan..?, sepanjang berapa Meter proyek pemeliharaan jalan ini di buat…? kami juga ingin tau”ujar beberapa warga. Padahal beberapa waktu yang lalu kami ada menandatangi dan membuat usulan ke Dinas PUPR Kabupaten Labuhanbatu agar jalan kampung jawa segera di bangun. namun apa yang kami harapkan dan usulkan tidak merata pengerjaan proyek pemeliharaanya seperti pilih kasih letak dan lokasi yang akan di bangun, tutup salah seorang warga yang ditemui tim awak media.
Lanjut , ” Kami juga sangat bersyukur ada perbaikan jalan ini, yang mana selama ini kami sangat menderita dan takut kalau musim hujan karena banyak lobang yang dalam dan rawan akan kecelakaan, walaupun proyek pemeliharaan jalan dan pengerjaannya tidak merata”, tutup warga.
Terpisah, Ketua Dewan Pimpinan Harian Komunikasi Pemberantasan Korupsi Pemantau Penyelamat Aset Negara (DPP KPK PEPANRI) Republik Indonesia Kabupaten Labuhanbatu Nur Azman Nst mengatakan, Proyek yang dikerjakan tanpa menggunakan papan nama itu indikasinya sebagai trik untuk membohongi masyarakat agar tidak termonitoring besar anggaran dan sumber anggaran,” tegasnya pada awak media, Jum’at(9/01/2025) .
Menurutnya, sesuai amanah Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik (KIP) Nomor 14 Tahun 2008 dan Perpres Nomor 54 Tahun 2010 dan Nomor 70 Tahun 2012, dimana mengatur setiap pekerjaan bangunan fisik yang dibiayai negara wajib memasang papan nama proyek, dimana memuat jenis kegiatan, lokasi proyek, nomor kontrak, waktu pelaksanaan proyek dan nilai kontrak serta jangka waktu atau lama pekerjaan.
“Pemasangan papan nama proyek merupakan implementasi azas transparansi, sehingga masyarakat dapat ikut serta dalam proses pengawasan,” ujar Nur Azman.
Sambung, Nur Azman yang juga Ketua Organisasi Bintang Probowo 08 Sumatera Utara, ” akan berkordinasi ke Inspektorat Kabupaten Labuhanbatu tentang adanya temuan proyek tahun 2024 di Dinas PUPR untuk segera di tindak lanjuti”, tutupnya.
Disisi lain, sampai berita ini di tayangkan, belum dapat mengkonfirmasi Dinas PUPR Kabupaten Labuhanbatu dan pihak rekanan.***
Sabtu : 11/01/2025.
Laporan : Doray





