Dipertanyakan..? Proyek Pembangunan Dan Rehabilitasi Saluran Drainase TA. 2023, Dinas PUPR Labuhanbatu.

Labuhanbatu- Grib.co.id

Dinas pekerjaan umum penataan ruang (PUPR) kembali jadi bahan pertanyaan terkait tentang program pengelolaan dan pengembangan sistem draimase dalam perkotaan pada tahun anggaran 2023. 

Pasalnya, didalam buku laporan pertanggungjawaban anggaran pendapatan belanja daerah (LPJ-APBD) Kabupaten Labuhanbatu tahun anggaran 2023 lalu, disebutkan tentang pembangunan saluran drainase perkotaan, satuan paket dengan dialokasikan anggaran  yang direalisasikan sebesar Rp. 16.469.543.326,00. 

Kemudian, rehabilitasi saluran drainase perkotaan dialokasikan anggaran sebesar Rp 5.350.456.850,00 dan direalisasikan anggarannya sebeaar Rp 3.982.997.000,00 tersebut. 

Hasil chek and richek dan investigasi tim wartawan didaerah perkotaan Rantauprapat Kabupaten Labuhanbatu pada saat pelaksanaan pekerjaan paket proyek rehabilitasi dan pemeliharaan saluran drainase diperkotaan tahun 2024 dengan sumber anggaran APBD tahun anggaran 2024 sebesar Rp 1,4 milyar tersebut, sampai saat ini, Jumat (14/2) tidak kunjung selesai pekerjaan rehabilitasi pengkorekan dan pencucian saluran draimase tersebut.  Yang mana batu untuk penutup saluran drainase masih terlihat berserakan dibahu jalan diperkotaan tanpa.dikerjakan oleh Dinas PUPR Kabupaten Labuhanbatu. 

Anehnya, kegiatan pelaksanaan pekerjaan rehabilitasi dan pemeliharaan saluran drainase diperkotaan ditahun 2024, yang saat ini lagi dikerjakan, tidak ada ditemukan bekas sedikitpun tentang pembangunan saluran drainase diperkotaan ditahun anggaran 2023 yang lalu tersebut senilai Rp 16.469.543.326,00 tersebut. Begitu juga dengan pekerjaan rehabilitasi saluran drainase diperkotaan pada tahun 2023 yang direalisasi anggarannya sebesar Rp 3.982.997.000,00.

Beberapa warga yang bertempat tinggal di seputaran kota Rantauprapat yang di temui tim awak media, sebut saja Abdul (45 Thn) yang berdomisili di jalan Siringo- ringo mengatakan, ” setau dirinya tahun 2023, tidak ada pekerjaan pembangunan saluran drainase di daerah sini”, ujarnya. Hal yang sama juga di ungkapkan oleh Indra (39 Thn) warga jalan Ahmad yani, Udin (48 Thn) warga Silandorung, dan Zul (44 thn) warga lingkungan Cendana, mengatakan, setau dan teringat mereka berdua tidak ada kegiatan pekerjan pembangunan drainase di tempat mereka, sebab, sampai dengan saat ini, di daerah mereka  selalu banjir kalau musim hujan datang”, ungkap mereka. Kamis (13/2).

Terpisah, Ketua Dewan Pimpinan Harian Komunikasi Pemberantasan Korupsi Pemantau Penyelamat Aset Negara (DPP KPK PEPANRI) Republik Indonesia Kabupaten Labuhanbatu Nur Azman Nst ketika di minta tanggapannya mengatakan, ”  Inspektorat Kabupaten Labuhanbatu, harus turun ke lapangan dan periksa kegiatan pekerjaan proyek di Dinas PUPR tahun anggaran 2024, dan Tahun anggara 2023,  yang di duga banyak menyalahi dari segi anggaran dan Juknis pengerjaannya yang terindikasi korupsi “, tegasnya.

Sampai saat berita ini diturunkan Kepala dinas PUPR Kabupaten Labuhanbatu insial HEH ST, masih enggan menjawab konfirmasi wartawan terkait pekerjaan paket proyek rehabilitasi dan  pemeliharaan saluran drainase perkotaan tahun anggaran 2024 dan tahun 2023. 

Jum’at: 14 Pebruari 2025.

Berita : Tim Wartawan.

Pos terkait