Disdik Majalengka Dukung Pendidikan Inklusif, Warga Binaan Lapas Kini Berkesempatan Raih Ijazah dan Bekal Keagamaan

MAJALENGKA – Dinas Pendidikan Kabupaten Majalengka terus memperkuat komitmennya dalam mewujudkan pendidikan yang inklusif dan dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat, termasuk warga binaan pemasyarakatan.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui dukungan terhadap pembukaan Program Pendidikan Kesetaraan Paket B dan Paket C di Lapas Kelas IIB Majalengka yang dipadukan dengan peresmian Pesantren Bina Santri Al-Awwabin, Jum’at (24/07/2026).

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Majalengka, Rd. M. Umar Ma’ruf, yang hadir mewakili Bupati Majalengka, mengapresiasi kolaborasi antara Lapas Kelas IIB Majalengka, PKBM Dharmawangsa Nusantara, dan Yayasan Pancar Kalijati Nusantara dalam menghadirkan layanan pendidikan bagi warga binaan.

Menurutnya, pendidikan merupakan hak setiap warga negara dan menjadi kunci utama dalam membangun masa depan yang lebih baik.

“Program ini menjadi bukti bahwa pendidikan tidak mengenal batas ruang maupun status. Melalui pendidikan kesetaraan, warga binaan memperoleh kesempatan menyelesaikan pendidikan formal, meningkatkan kompetensi, membangun karakter, serta mempersiapkan diri untuk kembali berkontribusi positif di tengah masyarakat,” ujar Umar Ma’ruf.

Ia menambahkan, Dinas Pendidikan Kabupaten Majalengka akan terus mendorong kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan guna memperluas akses pendidikan yang berkualitas, merata, dan berkeadilan.

Langkah tersebut sejalan dengan visi pembangunan sumber daya manusia yang unggul, berkarakter, dan berdaya saing, sekaligus mendukung keberhasilan pembinaan warga binaan melalui jalur pendidikan.

Kegiatan tersebut dihadiri sejumlah pejabat daerah dan mitra strategis, di antaranya Ketua DPRD Kabupaten Majalengka, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Majalengka, Ketua Yayasan Pancar Kalijati Nusantara, jajaran PKBM Dharmawangsa Nusantara selaku mitra penyelenggara pendidikan kesetaraan, serta unsur media dan tokoh masyarakat.

Kepala Lapas Kelas IIB Majalengka, Rian Firmansyah, mengatakan program pendidikan kesetaraan dan pembinaan keagamaan tersebut merupakan implementasi komitmen Lapas dalam mendukung Asta Cita Presiden Republik Indonesia melalui Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya pada aspek penyediaan pendidikan bagi narapidana dan anak binaan.

“Melalui program ini, warga binaan tidak hanya memperoleh kesempatan menyelesaikan pendidikan formal hingga memperoleh ijazah, tetapi juga mendapatkan pembinaan spiritual sebagai bekal membangun kehidupan yang lebih baik setelah menjalani masa pidana,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Yayasan Pancar Kalijati Nusantara, Iwan Gunawan, menegaskan bahwa pelaksanaan program didasari semangat kemanusiaan dan kepedulian terhadap masa depan warga binaan.

Menurutnya, tidak sedikit warga binaan yang tersandung persoalan hukum akibat keterbatasan kondisi sosial maupun ekonomi.

Ia berharap program pendidikan tersebut mampu menghadirkan harapan baru melalui peningkatan kompetensi, karakter, dan kepercayaan diri warga binaan sehingga mereka dapat kembali diterima dan berkontribusi positif di tengah masyarakat.***
Ahmad Hudri Harisman

Pos terkait