Majalengka – Kebakaran melanda kebun bambu di Blok Sukamanah, Desa Banjaran, Kecamatan Banjaran, Kabupaten Majalengka, Selasa (15/9/2026) malam.
Api yang berkobar di kebun bambu milik Helmi tersebut sempat membuat warga sekitar khawatir. Terlebih, kondisi angin yang cukup kencang berpotensi membuat api merembet semakin luas.
Babinsa Koramil 1704/Talaga Serka Usep mengatakan, kepulan asap dan titik api pertama kali diketahui warga sekitar pukul 20.00 WIB.
Warga yang mengetahui kejadian tersebut kemudian segera melaporkannya kepada Babinsa, Bhabinkamtibmas dan aparat desa.
“Setelah menerima laporan, kami langsung menuju lokasi dan bersama unsur terkait serta masyarakat melakukan upaya pemadaman agar api tidak merembet lebih luas,” kata Serka Usep.
Sekitar pukul 20.15 WIB, Babinsa bersama Bhabinkamtibmas, pemerintah kecamatan, perangkat desa dan masyarakat berjibaku menjinakkan kobaran api.
Di tengah upaya mencegah api meluas, warga bahkan mengerahkan mobil tangki air milik masyarakat. Pemadaman juga dilakukan menggunakan berbagai peralatan seadanya.
Upaya bersama tersebut akhirnya membuahkan hasil. Setelah hampir satu jam penanganan, titik api berhasil dipadamkan sekitar pukul 21.05 WIB.
Dalam proses pemadaman, Serka Usep bersama Sertu Suparmin dari Koramil 1704/Talaga turun langsung ke lokasi. Hadir pula Kapolsek Banjaran AKP Adam Rohmat beserta anggota, Camat Banjaran Abdul Hanan beserta staf, Kepala Desa Banjaran Rahmat Afandi beserta perangkat desa, serta masyarakat sekitar.
Berdasarkan pendataan sementara, kebakaran menghanguskan lahan seluas kurang lebih 200 meter persegi. Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut.
Penyebab kebakaran diduga berasal dari sisa pembakaran sampah yang kemudian merembet, dipengaruhi kondisi cuaca dan tiupan angin kencang.
Serka Usep mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati melakukan pembakaran sampah, terutama di sekitar lahan kering maupun kebun bambu.
Kejadian tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa api kecil dapat dengan cepat merembet ketika kondisi lingkungan kering dan angin bertiup kencang. Masyarakat diminta memastikan api benar-benar padam sebelum meninggalkan lokasi pembakaran. (Pendim_0617)





