MUI Dorong Pengelolaan Sampah Berbasis Masjid di Kota Bandung.

Grib.co.id – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bandung menyoroti masalah serius terkait pengelolaan sampah, khususnya di TPA Sari Mukti yang telah mencapai kapasitas maksimum. Tantangan ini semakin berat dengan adanya lonjakan volume sampah hingga tiga kali lipat selama Ramadan, akibat pola konsumsi masyarakat yang meningkat serta rendahnya kesadaran memilah sampah.

Melihat kondisi ini, MUI bersama mitra lainnya menggagas program Masjid BERKAH (BERsama Kurangi SampAH), yang menjadikan masjid sebagai pusat edukasi dan aksi nyata dalam pengelolaan sampah berkelanjutan. Program ini bertujuan untuk mendorong masjid di Kota Bandung menjadi pelopor gerakan ramah lingkungan.

Masjid sebagai Pusat Perubahan. Ketua MUI Kota Bandung menyampaikan bahwa masjid memiliki peran strategis dalam membentuk nilai-nilai sosial masyarakat. “Masjid bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga tempat membangun kesadaran umat, termasuk dalam tanggung jawab terhadap lingkungan,” jelasnya.

Program Masjid BERKAH merupakan hasil kolaborasi antara MUI, EcoDeen ID, Salman Environmental Rangers (Saviorangers), GSSI, Ikatan Alumni ITB Jawa Barat, dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung. Program ini menargetkan perubahan pola pikir masyarakat agar lebih peduli terhadap pengelolaan sampah.

Lulu Nailufaaz dari Saviorangers menambahkan, “Lonjakan sampah selama Ramadan menjadi momentum untuk memulai perubahan. Masjid BERKAH hadir untuk mengedukasi masyarakat agar bijak dalam konsumsi dan mengelola sisa konsumsi mereka.”

Tahapan Program Masjid BERKAH. Program ini akan berlangsung dari Desember 2024 hingga April 2025, dengan berbagai kegiatan utama:

  • Pelatihan dan Edukasi
    Memberikan pemahaman kepada jamaah masjid, pengurus DKM, remaja masjid, dan majelis taklim tentang pentingnya pengelolaan sampah.
  • Call for Ideas
    Mengundang ide-ide inovatif dari masyarakat terkait pengelolaan sampah berbasis masjid, dengan pendampingan khusus selama Ramadan.
  • Inkubasi dan Pendampingan
    Masjid terpilih akan mendapatkan bimbingan langsung untuk menerapkan konsep pengelolaan sampah berkelanjutan.
  • Evaluasi dan Halal bi Halal
    Program ditutup dengan evaluasi serta perencanaan langkah ke depan.

Masjid-masjid di Bandung yang ingin bergabung dalam gerakan ini dapat mendaftarkan diri melalui tautan
[bit.ly/pendaftaran_masjidberkah]
(bit.ly/pendaftaran_masjidberkah).

Masjid sebagai Contoh Transformasi Sosial. Menurut Faiza Fauziah dari EcoDeen, program ini sejalan dengan visi masjid sebagai pusat transformasi sosial. “Masjid BERKAH tidak hanya mengajarkan pengelolaan sampah, tetapi juga membangun budaya baru yang lebih peduli lingkungan di masyarakat,” ujarnya.

Peluang Kolaborasi.
MUI mengajak berbagai pihak untuk bergabung dalam gerakan ini. Dukungan dapat berupa: Relawan untuk membantu edukasi dan pendampingan, Media Partner untuk menyebarluaskan informasi, Dukungan In-Kind, seperti penyediaan fasilitas dan media edukasi, Dukungan Dana untuk mendukung pelaksanaan program.

Dengan menjadikan masjid sebagai pusat aksi lingkungan, MUI Kota Bandung berharap gerakan ini dapat menciptakan dampak nyata dalam pengelolaan sampah sekaligus membangun kesadaran kolektif untuk menjaga lingkungan hidup.
Humas – MUI Kota Bandung.

( B.i )

Pos terkait