PSSI Majalengka Gelar Liga Anak Usia 10–12 Tahun, Sekjen PSSI Jabar Beri Apresiasi

Ahmad Hudri Harisman

Majalengka – Sekolah Sepak Bola (SSB) berbeda dengan klub sepak bola profesional. SSB lebih menitikberatkan pada pembinaan anak usia dini secara bertahap sesuai dengan perkembangan usia.

Karena itu, model latihan dan kompetisi harus dirancang agar anak-anak tidak jenuh dan tetap menikmati proses belajar sepak bola.

Sebagai upaya menjaga semangat dan gairah anak-anak dalam berlatih, PSSI Majalengka menggelar Majalengka Premier League (MPL) untuk kelompok usia 10 hingga 12 tahun, yang diselenggarakan di stadion warung Jambu, Senin (05/01/2026).

Ketua PSSI Majalengka, Asep Mulyana Muslim, mengatakan, bahwa kegiatan ini menjadi bagian dari agenda pembinaan berkelanjutan, termasuk persiapan agenda kelompok usia 13 dan 15 tahun yang akan berlaga di tingkat Jawa Barat.

“Kegiatan ini terasa istimewa dengan kehadiran Sekretaris Jenderal PSSI Jawa Barat, Jayalani Saputra, yang akrab disapa Bang Jay. Kehadiran beliau menjadi kehormatan tersendiri bagi PSSI Majalengka dan insan sepak bola daerah,” ungkap Asep.

Bang Jay merupakan putra asli Majalengka, dengan ibu yang berasal dari Kecamatan Leuwimunding. Dalam kesempatan tersebut, PSSI Majalengka juga didampingi oleh Didin Rolani, salah seorang anggota DPRD Kabupaten Majalengka yang juga menjabat sebagai Direktur Persima.

Melalui penyelenggaraan liga anak ini, PSSI Majalengka berharap pembinaan SSB di seluruh pelosok daerah dapat berjalan lebih hidup. Anak-anak diberikan pengalaman bertanding langsung di stadion yang baru direhabilitasi, sehingga menambah motivasi dan kebanggaan tersendiri bagi para peserta.

Antusiasme para orang tua pun terlihat sangat luar biasa. Sejak pagi hingga sore hari, mereka setia mendampingi dan memberikan dukungan kepada anak-anak yang bertanding.

“Sebelum sampai pada tahap ini, liga telah melalui proses panjang selama kurang lebih tiga bulan. Pertandingan digelar dua minggu sekali dengan sistem zonasi. Di Zona Utara tercatat sebanyak 25 SSB, sementara di Zona Selatan ada sekitar 30 SSB yang berpartisipasi,” jelas Asep.

Untuk pertandingan yang berlangsung di kawasan Warung Jambu saat ini, diikuti oleh tiga puluh SSB dengan beberapa kategori, yaitu kategori Gold dan Silver. Pengelompokan ini bertujuan agar setiap anak mendapatkan kesempatan menit bermain yang banyak.

Fokus utama kegiatan ini bukan semata-mata mengejar gelar juara, melainkan memberikan ruang belajar, pengalaman bertanding, serta pemanfaatan menit bermain yang maksimal bagi seluruh peserta.

PSSI Majalengka berkomitmen menjadikan kegiatan ini sebagai agenda rutin tahunan. Diharapkan ke depan, kualitas penyelenggaraan dan pembinaan sepak bola usia dini di Majalengka akan terus meningkat dan semakin baik.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal PSSI Jawa Barat, Jayalani Saputra, mendukung dan mengapresiasi langkah PSSI Majalengka dalam menyelenggarakan pertandingan sepak bola tersebut.

“Saya sangat tertarik karena ini memang salah satu konsep dari PSSI Jawa Barat. Rencananya, kegiatan seperti ini akan menjadi sebuah program, di mana setiap kabupaten dan kota di Jawa Barat diharapkan dapat menyelenggarakan kegiatan serupa. Nantinya, kami juga akan menggelarnya di tingkat provinsi,” jelas Bang Jay.

Ia menilai, sejauh ini atlet-atlet sepak bola asal Majalengka memiliki potensi yang cukup baik. Bahkan, terdapat beberapa pemain yang sempat berkiprah di luar daerah.

“Setahu saya, mungkin Pak Asep lebih memahami, tetapi yang saya pantau ada satu pemain yang sudah bermain di luar Majalengka, yaitu Rinto,” ungkapnya.

Ke depan, PSSI Jawa Barat berkomitmen untuk membina para pemain tersebut agar benar-benar mampu berkembang menjadi pesepak bola profesional.

“Pembinaan dimulai dari akar rumput. Kita lihat dulu kemauan mereka, semangat mereka. Setelah itu, mereka belajar, berlatih, dan kemudian kita arahkan ke jalur yang tepat hingga menuju level profesional,” pungkasnya.***

Pos terkait