A. Hudri Harisman

Majalengka – Rata-rata Lama Sekolah (RLS) di Kabupaten Majalengka masih menjadi isu hangat untuk dibicarakan.
RLS adalah indikator penting yang mencerminkan lamanya rata-rata penduduk dalam menempuh pendidikan formal.
Seperti diketahui, mengutif dari Open Data Jabar, RLS di Kabupaten Majalengka tahun 2024 masih sangat rendah. RLS Kabupaten Majalengka peringkat ke-5 terendah se Provinsi Jawa Barat, yakni 7,53 tahun.
Artinya, penduduk Kabupaten Majalengka rata-rata hanya menempuh pendidikan formal sampai pada setingkat kelas 7 Sekolah Menengah Pertama (SMP).
Bagaimana cara menaikan RLS tersebut, salah seorang anggota DPRD Kabupaten Majalengka sekaligus ketua DPC Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Majalengka Muh Fajar Shidik CH., S.Pd.I., M.Ap., berikan solusi.
“Program jangka pendek nih, untuk menaikan Rata-rata Lama Sekolah, perbaiki data Kependudukan,” tegas Fajar, memberikan solusi.
“Ini sejalan dengan program Bupati, bahwa harus ada akselerasi ke bawah, kerjasama dengan Kepala Desa, dengan Kecamatan untuk merubah data kependudukan,” tambah mantan aktivis mahasiswa dan mantan ketua PMII ini.
Artinya, Fajar menjelaskan bahwa masih banyak penduduk Kabupaten Majalengka yang sudah lulus SMA dan Sarjana, namun di Kartu Keluarga (KK) belum ada perbaikan, mereka masih tercatat sebagai pelajar SD sederajat.
Lebih lanjut, Fajar juga menyoroti lebih serius kepada dunia pendidikan di Kabupaten Majalengka, Ia mendorong kepada Dinas Pendidikan untuk fokus kepada kualitas bangunan sekolah (fisik).
“Kepala Dinas Pendidikan agar mempunyai data real, resmi, Sekolah mana yang prioritas untuk segera direhab, udah kita fokus saja dulu ke Fisik, selain program-program yang lain ya,” ucap Fajar.
Hal tersebut Ia ungkapkan, sebagai bentuk keprihatinanya atas pengalaman yang pernah beberapa kali terjadi, dengan ambruknya ruang kelas Sekolah. Sehingga menurutnya, prioritas keselamatan perlu diperhatikan secara serius.
“Karena ini berhubungan dengan keselamatan, kita tidak mau lagi, jangan ada lagi sekolah Ambruk, kita tidak mau itu terulang,” jelas Fajar.
Pihaknya juga sudah berdialog dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Majalengka, dan Dinas Pendidikan sedang melakukan pendataan berapa banyak bangunan sekolah yang rusak, menjadi prioritas renovasi.
“Kemarin juga sempet viral tuh, sekolah yang tidak punya meja kursi, nah itu, makanya kita kontrol tuh untuk tahun 2026, pemerintahan daerah juga harus menyediakan mebeler nya,” pungkas Fajar.
Ungkapan diatas, Ia sampaikan kepada wartawan usai mengisi kegiatan seminar dan motivasi, yang digelar oleh mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Majalengka (Unma), di Auditorium Unma, Kamis (31/07/2025).***





