Majalengka – Siang berganti malam, warga di kawasan Jalan Raya Cirebon-Bandung, Blok Anjun, Desa Kadipaten, Kecamatan Kadipaten, Kabupaten Majalengka mendadak gempar. Dua unit ruko yang menjual pakaian dan cat ludes dilalap si jago merah pada Selasa (6/10/2026) malam. Tak ada korban jiwa dalam musibah ini, namun total kerugian ditaksir mencapai Rp 1,1 miliar.
Peristiwa mencekam ini pertama kali diketahui sekitar pukul 20.00 WIB oleh Rahman Mulia, pengelola Toko Pakaian Serba 35 Ribuan. Saat itu, Rahman terperanjat melihat kobaran api membubung tinggi dari lantai dua toko yang dikelolanya.
Melihat api kian membesar, Rahman langsung bergegas melaporkan kejadian tersebut ke pihak desa, Polsek, Koramil, hingga Damkar Kabupaten Majalengka.
“Pada pukul 20.00 WIB, pengelola Toko Pakaian Serba 35 Ribuan melihat kobaran api di lantai 2. Saksi langsung melaporkan kejadian ke pihak desa, kepolisian, Koramil, dan diteruskan ke Damkar Majalengka,” ujar Danramil 1717/Kadipaten Kapten Inf Aan Samian saat dikonfirmasi.
Aksi cepat tanggap langsung dilakukan di lokasi. Sekitar pukul 20.10 WIB, Babinsa, Bhabinkamtibmas, bersama warga setempat bahu-membahu menjinakkan api menggunakan peralatan seadanya sembari menunggu armada pemadam kebakaran tiba.
Dua unit armada Damkar Kabupaten Majalengka bersama satu unit mobil Damkar Kodim 0617/Majalengka akhirnya tiba di lokasi sekitar pukul 20.30 WIB dan langsung melakukan pemadaman secara intensif. Amukan si jago merah baru benar-benar berhasil dipadamkan secara total pada pukul 23.20 WIB.
Kapten Inf Aan Samian mengungkapkan, penyebab musibah ini diduga kuat berasal dari gangguan arus pendek listrik di area toko pakaian.
“Dugaan sementara kebakaran diakibatkan adanya korsleting listrik di lantai dua Toko Serba 35 Ribuan, yang kemudian menyambar tumpukan pakaian di lantai tersebut hingga api makin membesar,” terangnya.
Kobaran api yang membakar barang-barang mudah terbakar itu merembet cepat dan menghanguskan dua bangunan ruko milik warga bernama Khalid. Selain Toko Pakaian Serba 35 Ribuan, Toko Cat Nippon Paint yang dikelola Pahmi Nunir Alkapiri juga ikut ludes terbakar.
Akibat kejadian ini, stok pakaian beserta perlengkapan toko milik Rahman mengalami kerugian mencapai sekitar Rp 600 juta. Sementara itu, barang dagangan berupa cat, mesin pencampur cat, serta perlengkapan toko milik Pahmi ditaksir mengalami kerugian hingga Rp 500 juta. Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam insiden ini. (Pendim_0617)


