MAJALENGKA — Organisasi Kepemudaan (OKP) Garuda Keadilan (Gardil) Kabupaten Majalengka sukses menyelenggarakan ajang lari perdana bertajuk Gardil Run Fest 2026, yang digelar di Majalengka Creative Center (MCC), pada Minggu (01/11/2026).
Kegiatan yang digelar dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda ini berhasil menarik antusiasme tinggi dari masyarakat luas dengan menggaet sekitar 500 peserta.
Ketua Gardil Majalengka, Hanif, mengungkapkan bahwa ajang lari ini menjadi langkah strategis untuk kembali menghidupkan dan mengaktifkan kepengurusan organisasi yang sempat vakum.
Pihaknya memilih kegiatan olahraga lari karena memiliki daya tarik dan tingkat peminat yang tinggi di tengah masyarakat.
”Makanya sekarang kita sedikit-sedikit mengadakan acara-acara yang memang di situ banyak peminatnya, seperti contohnya lari. Ini baru pertama kali dan memang lumayan besar,” ujar Hanif usai kegiatan.
Dalam perhelatan perdana ini, panitia memfasilitasi kategori lomba sejauh 5 kilometer yang dibagi menjadi dua kelompok usia untuk kategori putra dan putri, yakni kategori umum (usia 17–39 tahun) serta kategori master (usia 40 tahun hingga lanjut usia). Rute lari dirancang melintasi sejumlah titik ikonis di Majalengka.
Dukungan Penuh Pemerintah Daerah
Kesuksesan acara ini turut mendapat apresiasi dan dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Majalengka. Kemeriahan semakin terasa dengan kehadiran langsung Bupati Majalengka Drs. H. Eman Suherman, MM., yang membuka acara sekaligus mengibarkan bendera start sebagai simbol dimulainya perlombaan.
Pembina Gardil yang juga saat ini menjabat Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Majalengka, H. Deden Hardian Narayanto, ST., menyampaikan rasa syukurnya atas kelancaran acara yang tidak hanya diikuti oleh warga Majalengka, tetapi juga peserta dari berbagai kabupaten tetangga seperti Cirebon, Kuningan, dan Ciamis.
Menurut Ketua DPD PKS Majalengka yang akrab disapa Kang Dehan ini, esensi utama dari kegiatan ini adalah mempererat tali silaturahmi antar-pemuda dari berbagai wilayah, sekaligus menumbuhkan kesadaran akan pentingnya menjaga pola hidup sehat dan produktif.
”Yang paling penting adalah silaturahminya. Bagaimana anak-anak muda di Majalengka bisa berkumpul, memperbaiki pola hidup, dan membiasakan diri untuk hidup sehat,” ungkap Deden.
Menanggapi isu yang beredar, Deden secara tegas membantah adanya kaitan kegiatan ini dengan agenda politik tertentu.
Ia menegaskan bahwa Gardil murni berposisi sebagai wadah pembinaan pemuda yang independen, berfokus pada kegiatan positif, aksi sosial kemasyarakatan, serta program pengembangan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Melihat tingginya antusiasme publik, pihak penyelenggara beserta para peserta berharap agar Gardil Run dapat dijadikan sebagai agenda rutin tahunan dengan skala yang lebih besar di masa mendatang, demi memberikan nilai manfaat yang luas bagi masyarakat Majalengka.***
A. Hudri





