Labura – Grib.co.id
Miris dan Sangat memperihatinkan sekali transaksi peredaran narkoba jenis sabu yang bebas dan terang-terangan berada tidak jauh dari mesjid Gunting Saga, dekat jembatan dan pemukiman rumah warga, seakan tidak takut akan sanksi dan hukum dari APH, hingga menimbulkan keresahan dan kekhawatiran masyarakat yang berakibat tingginya tingkat kriminalitas kejahatan dan pencurian.

Alasanya, selama ini inisial Reza (Rz) warga kelurahan Gunting Saga, Kecamatan Kualuh Selatan, Kabupaten Labuhanbatu Utara, Sumatra Utara, di duga bebas mengedarkan narkoba jenis sabu – sabu, yang di lakukan terang-terangan istilah saat ini pakai bendera atau meja, namun tak pernah tersentuh aparat penegak hukum.
Salah seorang anggota pengajian dan perwiritan kaum ibu di Gunting Saga sebut saja Ibu N mengatakan, “hal ini sering di perbincangkan di pengajian dan perwiritan orang tua juga kaum ibu yang takut anak-anak nya terjerumus dan jadi korban lingkaran narkoba yang merusak masa depan, mengingat aktivitas peredaran narkoba Reza bebas dan terang-terangan yang berada di sekitar perumahan warga, untuk itu masyarakat kelurahan Gunting Saga mendesak dan meminta Aparat Penegak Hukum Polsek Kualuh Hulu untuk segera menangkap dan lumpuhkan Reza karena sudah meresahkan”, pungkas N pada tim wartawan saat melintas investigasi.
Korwil GAN Sumatra Utara Nur Azman Nst, saat di mintai tanggapannya mengatakan, “meminta Kapolda Sumatra Utara merespon, menanggapi dan mengambil tindakan dengan membentuk dan menurunkan tim khusus ke seluruh daerah atau wilayah di Sumatara Utara, untuk memberantas jaringan bandar narkoba, pengedar dan kroninya khususnya Labuhanbatu Raya yang rawan peredaran narkoba”, tegas Azman.
Terpisah, Kapolsek Kualuh Hulu AKP Nelson Silalahi SH, M.H, melalui Kanit Reskrim IPDA Ramadhan Hilal SE ketika di konfirmasi tim media melalui pesan Wassap mengatan, “terimakasih infonya bang, saya lagi di Rumah Sakit Bhayangkara Medan, anggota sudah saya perintahkan segera cek ke lokasi tadi sore”, tandasnya. Rabu, 2/10/2025.***
Bersambung.
Laporan: Doray (Doni Rd).



