Kediri, 12 April 2026 – Dalam rangka memperingati hari jadi Paguyuban Seni Jaranan Wahyu Krida Budaya, digelar Kirab Budaya yang berlangsung meriah dan penuh antusiasme masyarakat, Kirab Budaya adalah Acara Puncak Seni Jaranan Wahyu Krida Budaya ( WKB )
Sepanjang Jalan mulai Stadion Brawijaya , Sampai jalan Brawijaya Kota Kediri tampak masyarakat Kediri menunggu Gelar Kirab Budaya
Kegiatan ini menjadi wujud nyata pelestarian seni tradisional sekaligus mempererat kebersamaan antar pelaku seni di wilayah Kediri dan sekitarnya.
Acara kirab dimulai sejak pukul 11.00 WIB dengan titik kumpul di depan Stadion Brawijaya. Sejak siang hari, lokasi sudah dipadati peserta dan masyarakat yang ingin menyaksikan kemeriahan kirab budaya tersebut.
Tidak hanya dari Kota Kediri, peserta juga datang dari berbagai daerah seperti Jombang dan Kabupaten Kediri,
Sebelum kirab dimulai, rangkaian acara diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya sebagai bentuk penghormatan dan nasionalisme.
Suasana semakin semarak dengan penampilan Tari Gambyong yang dibawakan oleh para penari dari Rumah Budaya Kediri di bawah pimpinan Ibu Rindu. Gerakan yang anggun dan penuh makna sukses memukau para penonton.
Tak kalah pertunjukan Barongsai dan Pecut Samandiman Indonesia dan seni jaranan kediri turut berpartisipasi meramaikan jalannya Kirab Budaya tersebut.
Nilai budaya ini menjadi daya tarik tersendiri dan mendapat sambutan meriah dari masyarakat khususnya Masyarakat Kota Kediri
Salah satu pengurus Wahyu Krida Budaya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kebanggaan masyarakat Kediri terhadap seni tradisional yang harus terus dijaga, dikembangkan, dan dilestarikan.
Sebagai puncak acara, digelar prosesi seserahan atau larungan di bantaran Sungai Brantas, “Tradisi larungan ini dilakukan dengan menghanyutkan berbagai sesaji, termasuk kepala kerbau, sebagai simbol “buang balak” Sapi untuk menolak segala kesialan, atau juga bisa di sebut tolak balak
Agar di jauhkan dari berbagai musibah dan masalah bagi masyarakat Kediri dan seni jaranan Wahyu Krida Budaya tetap eksis di Kota Kediri
Selain itu, prosesi ini juga menjadi bentuk penghormatan kepada leluhur serta wujud rasa syukur masyarakat.
Kirab Budaya Wahyu Krida Budaya tidak hanya menjadi tontonan yang menghibur, tetapi juga sarat makna budaya dan spiritual.
Diharapkan kegiatan seperti ini terus digelar secara berkelanjutan sebagai upaya menjaga warisan budaya bangsa agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman.
Dalam sambutan di akhir acara kirab tersebut Ketua Paguyuban Jaranan Wahyu Krida Budaya Bopo Sugito menyampaikan banyak terima kasih kepada masyarakat Kediri atas dukungan hingga berlangsungnya Acara ini.
Tim red





