GRIB.CO.ID –
Pare, Kediri , 25 februari 2026, Foto paket Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diduga dibagikan kepada siswa di SMA Negeri 2 Pare memicu tanda tanya publik.
Isi menu dalam kemasan tersebut dinilai jauh dari gambaran “makan bergizi” sebagaimana tujuan program Pemerintah,
Dalam foto yang diterima redaksi, paket makanan terlihat dikemas dalam plastik bening sederhana. Isinya tampak hanya satu potong kue, beberapa potong buah dalam plastik kecil, serta satu bungkus makanan ringan.
Tidak terlihat menu utama yang lazim menjadi sumber energi dan protein bagi pelajar SMA.
Warga menilai, komposisi tersebut lebih menyerupai camilan ketimbang satu porsi makan bergizi, “Kalau hanya seperti ini, apakah sudah sesuai dengan standar gizi untuk anak SMA?
Jangan sampai istilah ‘bergizi’ hanya jadi label,” ujar salah satu warga yang mengirimkan dokumentasi.
Alasan Puasa Dipertanyakan
Informasi yang beredar menyebutkan pembagian dilakukan pada bulan Ramadan sehingga makanan dimaksudkan untuk dikonsumsi saat berbuka atau sahur.
Namun publik mempertanyakan apakah kondisi puasa menjadi alasan untuk menurunkan kualitas dan kelengkapan menu.
Meski waktu konsumsi berbeda, substansi program tetap sama: memastikan siswa mendapatkan asupan nutrisi yang layak.
Transparansi Perlu Dibuka
Program MBG merupakan program bantuan yang dibiayai negara. Karena itu, masyarakat menilai perlu ada keterbukaan mengenai:
Standar menu yang ditetapkan untuk siswa SMA
Nilai anggaran per porsi
Mekanisme pengawasan kualitas makanan.
Identitas mitra penyedia makanan
Sebagai lokasi pelaksanaan, SMA Negeri 2 Pare memiliki peran dalam memastikan makanan yang diterima siswa sesuai standar.
Sementara penyelenggara program di tingkat daerah juga bertanggung jawab terhadap mutu dan komposisi menu.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak sekolah maupun penyelenggara MBG terkait isi paket dalam foto yang beredar.
Publik berharap klarifikasi segera disampaikan agar program yang menyasar generasi muda benar-benar berjalan sesuai tujuan, bukan sekadar formalitas distribusi.
Redaksi membuka ruang hak jawab bagi pihak terkait.
Jurnalis : Bang pay , Bang Henz





