Labuhanbatu – Grib.co.id
Pengesahan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu Tahun Anggaran 2025 oleh DPRD Labuhanbatu menuai sorotan dari masyarakat.
Pasalnya, di tengah diketoknya laporan pertanggungjawaban tersebut, kondisi pekerjaan proyek pemeliharaan rutin Jalan Kabupaten di beberapa wilayah titik lokasi yang menyerap anggaran APBD Labuhanbatu senilai Rp. 2 Milyar terkesan asal jadi. Salah satunya di jalan Padang Matinggi Kampung Jawa tak ubahnya seperti Kubangan Kerbau dan abal- abal disebut masih meninggalkan berbagai persoalan di lapangan dan menjadi sorotan masyarakat.

Warga menilai proyek pemeliharaan jalan yang diharapkan mampu meningkatkan akses transportasi dan kenyamanan masyarakat itu belum memberikan hasil maksimal. Bahkan, sejumlah titik jalan dikabarkan masih mengalami kerusakan dan dinilai kurang layak dilintasi, terutama saat musim hujan.
Beberapa masyarakat sekitar mengaku kecewa karena proyek yang menggunakan anggaran daerah tersebut dianggap tidak sesuai harapan warga. Mereka berharap pemerintah daerah bersama instansi terkait dapat melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan pekerjaan di lapangan.
“Kalau hujan, jalan masih becek dan berlubang di beberapa bagian. Kami berharap ada perhatian serius, jangan hanya formalitas pekerjaan,” ujar salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya, Senin (19/5/2026).
Sorotan terhadap proyek tersebut semakin menguat setelah DPRD Labuhanbatu resmi mengetok palu pengesahan LKPJ TA 2025. Sejumlah pihak menilai, pembahasan LKPJ seharusnya juga menjadi momentum evaluasi terhadap proyek-proyek infrastruktur yang dianggap belum maksimal manfaatnya bagi masyarakat.
Salah seorang Pemerhati Pembangunan di Labuhanbatu Agus Dasopang menyebutkan, proyek pemeliharaan rutin jalan harus benar-benar diawasi mulai dari tahap perencanaan hingga pelaksanaan. Menurutnya, kualitas pekerjaan yang buruk dapat berdampak pada pemborosan anggaran daerah.
“LKPJ bukan hanya soal administrasi selesai, tetapi bagaimana output pekerjaan itu benar-benar dirasakan masyarakat. Jika masih ada jalan rusak, tentu perlu dipertanyakan kualitas dan pengawasannya,” katanya.
Sementara itu, masyarakat berharap DPRD Labuhanbatu tidak hanya mengesahkan laporan pertanggungjawaban, tetapi juga menjalankan fungsi pengawasan terhadap proyek-proyek pembangunan yang menggunakan uang rakyat.
Hingga berita ini diturunkan, pihak terkait belum memberikan keterangan resmi mengenai kondisi proyek pemeliharaan rutin Jalan Kabupaten Kubangan Kerbau yang menjadi sorotan warga tersebut.***
Laporan: Doray/Tim.





