
MAJALENGKA – Di tengah proses hukum yang tengah berjalan di Kejaksaan Negeri Majalengka terkait dugaan korupsi dana hibah KONI Tahun Anggaran 2024–2025, wacana regenerasi kepemimpinan organisasi olahraga tersebut mulai mengemuka.
Salah satu nama yang mulai mendapat perhatian adalah Lala Sunara, ST., SH., M.Kn, seorang notaris dan PPAT senior yang telah lama berkiprah di Kabupaten Majalengka.
Lala Sunara dinilai memiliki kapabilitas dari sisi integritas, pengalaman profesional, serta kemampuan manajerial. Berbekal latar belakang sebagai notaris yang terbiasa bekerja berdasarkan prinsip kehati-hatian, kepastian hukum, transparansi, dan akuntabilitas, ia dinilai mampu menghadirkan tata kelola organisasi yang lebih profesional, modern, dan berorientasi pada prestasi.
Dukungan terhadap sosok Lala Sunara juga mulai bermunculan dari kalangan pemuda dan pemerhati olahraga. Salah satunya disampaikan tokoh pemuda Majalengka, Kiki Aston, melalui unggahan di media sosial pada Kamis (23/7/2026). Menurutnya, sudah saatnya olahraga Majalengka naik kelas dengan kepemimpinan yang membawa semangat pembaruan.
«”Kami anak muda Majalengka siap bergerak total mendukung Pak Lala Sunara sebagai Ketua KONI Kabupaten Majalengka periode 2026–2031,” tulis Kiki, yang saat ini menjadi Ketua Komisi Indonesia Skateboard (KIS) Kabupaten Majalengka.»
Ia menambahkan, di bawah kepemimpinan Lala Sunara, olahraga Majalengka diharapkan memiliki ekosistem yang lebih segar, transparan, serta berpihak pada pengembangan potensi atlet-atlet muda.

Kiki juga menyebut beberapa alasan yang menjadi dasar dukungannya terhadap Lala Sunara, yakni memiliki visi progresif dalam menyiapkan regenerasi atlet, berkomitmen menghadirkan pembinaan dan fasilitas olahraga yang lebih merata, serta membuka ruang seluas-luasnya bagi partisipasi dan kreativitas generasi muda.
Selain itu, Lala Sunara juga dikenal sebagai Dewan Pembina Komisi Indonesia Skateboard Kabupaten Majalengka yang dinilai memiliki kepedulian terhadap pembinaan olahraga.
Di tengah persoalan hukum yang masih dihadapi KONI Majalengka, kepemimpinan baru diharapkan tidak hanya fokus pada peningkatan prestasi atlet, tetapi juga mampu membangun sistem administrasi dan pengelolaan keuangan yang transparan, akuntabel, serta sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Meski demikian, hingga saat ini belum ada pernyataan resmi dari Lala Sunara mengenai kesiapannya maju sebagai calon Ketua KONI Kabupaten Majalengka. Seluruh proses pemilihan nantinya tetap akan berlangsung sesuai mekanisme organisasi yang berlaku.
Di tengah tantangan tersebut, banyak kalangan berharap Ketua KONI Majalengka yang terpilih nantinya mampu mengembalikan marwah organisasi, meningkatkan prestasi olahraga daerah, sekaligus memperkuat tata kelola organisasi yang bersih, profesional, dan berintegritas.
Ahmad Hudri Harisman





