A. Hudri Harisman

Dr. Momon Lentuk, S.Pd., M.Pd., Pengamat Politik dan Pendidikan Kabupaten Majalengka
Majalengka, Grib.co.id – Pemungutan suara pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) tahun 2024 Kabupaten Majalengka, telah selesai dilaksanakan. Berdasarkan hasil Quick Count beberapa lembaga survey, salah satunya lembaga survey Indikator, Nomor urut 01 hasil sementara menjadi pemenang.
Berdasarkan persentase Pasangan Cabup dan Cawabup Drs. Eman Suherman – Dena M. Ramdan mendapatkan suara sebanyak 60,03 %, sementara Paslon Dr. H. Karna Sobahi – Koko Suyoko, mendapatkan suara sebanyak 39,97 %.
Menyikapi hal diatas, Dr. H. Momon, S.Pd., M.Pd., selaku pengamat Politik dan Pendidikan, memberikan tanggapan dan pandangannya terkait Pilkada 2024 yang sudah selesai digelar pada Rabu, 27 November 2024, ditemui di rumahnya, Kamis (28/11/2024).
“Kemenangan sementara hasil quickcount untuk 01, tentunya kalau kita bicara secara religius, itu adalah qodrat, Alloh sudah menentukan 01 menjadi pemenang, lalu berikutnya dilantik menjadi Bupati dan wakil Bupati Majalengka,” jelas pria yang akrab disapa Momon Lentuk.
Tapi menurutnya, berbicara dalam konteks politik, kemenangan paslon 01, itu berarti paslon 01 telah mampu meraih dan meyakinkan masyarakat untuk memilih paslon 01, kerja partai dan team sukses telah bekerja dengan pas dan tepat sesuai dengan yang diharapkan koalisi partai.
100 Hari Kerja dan Harapan Rakyat Majalengka
“Harapan rakyat Majalengka kepada bupati dan wakil bupati terpilih, tidak lain berharap sangat agar bisa melaksanakan visi dan misinya serta janji-janji politiknya dalam upaya melakukan perubahan sesuai jargon paslon 01 yaitu Majalengka langkung sae,” ungkap Momon.
Kemudian, ada point penting dalam 100 hari kerja Bupati nanti, dikatakan Momon Lentuk yang kebetulan menjabat sebagai Kepala Bagian Prokompim setda Majalengka, “bagaimana mempercepat memenuhi keinginan masyarakat sesuai janji-janji politik saat kampanye, itu yang terpenting perlu dilakukan oleh bupati dan wakil bupati terpilih dalam kurun 100 hari kerjanya.” katanya.
Selain itu, ada tiga hal penting yang harus menjadi prioritas, yaitu pertama terkait kemiskinan. Dikatakan Momon Lentuk, bagaimanapun caranya dengan mengacu pada teori dan diaplikasikan melalui kerja nyata, kemiskinan di Kabupaten Majalengka harus diturunkan bila perlu hingga menyentuh angka 0 %. Semua bisa tercapai terpenting komitmen dan kerja keras secara berkala dilakukan.
“Yang kedua terkait stunting, dimana prihal ini selalu menjadi polemik. Stunting itu pada prinsipnya kalau kita lihat, itu penanggulangannya yang terbaik adalah semasa seorang ibu mulai mengandung. Itu sebabnya bupati/wakil bupati terpilih sangat beralasan jika dgn segera meluncurkan program perbaikan atau penambahan gizi ibu hamil melalui Dinas Kesehatan. Jadi penanganan stunting itu bukan dilakukan saat anak sudah divonis stunting,” ungkap Momon Lentuk.
Yang ketiga, dalam penempatan kerja untuk ASN perlu dengan lebih cermat menerapkan sistem Merit Sistem, yaitu bagaimana menempatkan seorang birokrat sesuai kualifikasi, kompetensi dengan memperhatikan konsep teknis, manajerial dan sosial kultural.
“Kalau hal-hal seperti yang saya sampaikan dilakukan, maka insyaaAlloh Majalengka akan lebih cepat maju, dan apa yang dijargonkan paslon 01 yakni Majalengka langkung sae, itu akan tercapai dalam 5 tahun perjalanan pemerintahan,” katanya lagi.
Paslon 01 Mampu Membawa Majalengka Kearah Perubahan yang Signifikan
Menurut Momon Lentuk, paslon 01 jika sudah resmi dinyatakan sebagai pemenang dan dilantik menjadi Bupati dan wakil Bupati Majalengka, Ia yakin mereka akan mampu membawa perubahan untuk Kabupaten Majalengka kearah perubahan yang signifikan, dengan catatan, visi misi serta janji-janjinya dipenuhi, serta selalu mendengar keluhan dan aspirasi rakyat.
“Kalau kita lihat dari pengalaman birokrasi Drs. H. Eman Suherman selaku Bupati terpilih, beliau kan memiliki track record yang mumpuni, mulai dari jadi staf, Subag, menjabat Camat juga pernah, kemudian Kepala Dinas di beberapa Dinas, dan terakhir sebagai Sekda serta memegang organisasi kepramukaan sebagai Ka. Kuarcab Majalengka. Ini merupakan acuan yang kuat dan menguatkan pikiran saya dan saya berkeyakinan Insyaallah Drs. Eman Suherman, M.M. Akan bisa sukses memimpin Majalengka. Apalagi wakil bupatinya seorang pengusaha, tentu akan mempermudah melakukan lobi-lobi menarik para investor dalam melakukan percepatan pembangunan Majalengka,” ungkapnya.
Selanjutnya Ia berpesan kepada Bupati dan Wakil Bupati terpilih, kedepan harus selalu mengutamakan konsep kajian dan telitian, ketika mendapatkan informasi apapun dalam lingkup birokrasi dibanding mendengarkan bisikan – bisikan yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Karena ketika terlalu cepat menyimpulkan, dikhawatirkan akan memunculkan miskomunikasi kerja dan menurunkan kualitas kerja birokrat.
Keberuntungan 01 dan Ketidakberuntungan 02
“Kalau soal keberuntungan dan ketidaberuntungan, tentunya yang beruntung, itu berarti karena adanya dukungan dari berbagai pihak yang lebih tinggi (signifikan). Nah, yang kurang beruntung, itu berarti tahun 2024 ini dukungan publik kurang signifikan,” ucapnya.
Dikatakannya juga, bahwa dukungan untuk paslon 01 yang mengalir dari pusat seperti dari Presiden terpilih Prabowo Subianto, itu cukup berpengaruh terhadap pilihan masyarakat yang sebelumnya memilih beliau sebagai Presiden RI.
Kesimpulan
“Kesimpulan saya, pertama alhamdulillah Pilkada telah berlangsung sukses, sebagaimana yang diharapkan oleh pimpinan Daerah yaitu Pj. Bupati, dimana beliau selalu mewanti-wanti harus netral agar terjadi kondusifitas. Dan insyaallah kekondusifan dapat dirasakan dalam pilkada 27 November kemaren, dan itu karena telah tersajinya kenetralitasan dari PNS, Polri dan TNI,” ucapnya.
Adapun kesimpulan kedua, yaitu kepada pemenang Pilkada 2024 untuk dapat tetap mau merangkul kepada semua kalangan, lapisan, unsur dan golongan. Sementara kepada yang kurang beruntung, dapat berkiprah dan berkontribusi untuk kemajuan Majalengka dari sisi lain, seperti memberikan saran dan masukan yang positif.
“Sebetulnya dua-duanya merupakan birokrat yang handal, hanya mungkin pada kesempatan tahun 2024 ini, Allah telah memberikan titipan kesempatan amanah kepada Drs. H. Eman Suherman, M.M. dan Pak Dena. Oleh karena itu, mari kita akui bahwa “kemenangan” adalah pilihan rakyat dan pilihan bersama untuk membangun Majalengka. Mari kita berdoa untuk tidak terjadinya perceraiberaian dan isu negatif selepas PILKADA ini,” pungkas Momon.***





