MAJALENGKA — Pemerintah Kabupaten Majalengka mendorong masyarakat mengambil peran langsung dalam menjaga ketahanan pangan sekaligus membantu mengendalikan inflasi melalui gerakan pemanfaatan pekarangan rumah.
Upaya tersebut diwujudkan melalui peluncuran Penca Perdaya (Penanaman Cabai Pekarangan Berdaya) di Kelurahan Tarikolot, Kecamatan Majalengka, Senin (12/10/2026). Program ini digagas Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) bersama Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Kabupaten Majalengka.
Cabai dipilih karena menjadi salah satu kebutuhan pangan yang hampir selalu tersedia di dapur masyarakat. Ketika harga cabai meningkat, pengeluaran rumah tangga pun ikut terdampak. Karena itu, penanaman cabai di lingkungan rumah diharapkan dapat menjadi salah satu langkah sederhana untuk mengurangi ketergantungan terhadap pembelian di pasar.
Bupati Majalengka Eman Suherman mengatakan, pengendalian inflasi membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, termasuk masyarakat. Menurutnya, kebutuhan cabai yang terlihat kecil jika dikalikan dengan jumlah rumah tangga di Majalengka dapat memberikan pengaruh cukup besar terhadap permintaan dan harga komoditas tersebut.
“Cabai ini komoditas yang unik. Setiap hari, hampir setiap rumah tangga membutuhkan cabai. Karena dianggap sepele, kebutuhan kecil ini kalau digabungkan seluruh masyarakat nilainya menjadi sangat besar dan memengaruhi inflasi,” kata Eman.
Ia mengajak masyarakat tidak menjadikan keterbatasan lahan sebagai alasan untuk tidak bercocok tanam. Cabai dapat ditanam menggunakan berbagai media sederhana, mulai dari pot dan polybag hingga botol atau galon bekas yang masih dapat dimanfaatkan.
Menurut Eman, selain menghasilkan bahan pangan untuk kebutuhan sehari-hari, aktivitas tersebut juga dapat menjadikan pekarangan lebih hijau, tertata, dan memiliki nilai produktif bagi keluarga.
“Tidak perlu menunggu memiliki lahan luas. Pekarangan kecil pun bisa dimanfaatkan. Kalau setiap rumah tangga menanam cabai dan merawatnya dengan baik, hasilnya tentu akan membantu kebutuhan sehari-hari,” ujarnya.
Kepala DKP3 Kabupaten Majalengka Gatot Sulaeman menjelaskan, penerapan Penca Perdaya saat ini masih berada pada tahap uji coba. Program tersebut dilaksanakan di tiga wilayah, yaitu Kelurahan Tarikolot Kecamatan Majalengka, Desa Kagok Kecamatan Banjaran, dan Desa Loji Kecamatan Palasah.
Gatot menyebut, pelaksanaan awal tersebut akan dievaluasi bersama para penyuluh pertanian untuk mengetahui efektivitas program sekaligus mengidentifikasi berbagai kebutuhan masyarakat dalam mengembangkan tanaman cabai di pekarangan.
“Hari ini kita uji coba di tiga desa/kelurahan. Hasilnya akan terus kita evaluasi bersama para penyuluh pertanian. Kami ingin membangkitkan semangat kebersamaan ini agar nantinya dapat diterapkan di seluruh desa dan kelurahan di Kabupaten Majalengka,” jelasnya.
Ia berharap program tersebut dapat berkembang menjadi gerakan berkelanjutan. Pendampingan dan edukasi kepada masyarakat dinilai penting agar kegiatan menanam cabai tidak berhenti pada momentum peluncuran, tetapi benar-benar menjadi kebiasaan masyarakat.
Respons positif juga datang dari warga. Ekawati, warga Kelurahan Tarikolot, mengapresiasi program yang mendorong masyarakat memanfaatkan pekarangan untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga.
Menurutnya, menanam cabai sendiri memberikan manfaat praktis karena hasilnya dapat langsung digunakan ketika dibutuhkan untuk memasak. Selain itu, kegiatan tersebut juga berpotensi mengurangi pengeluaran rumah tangga.
“Kalau kita punya tanaman cabai sendiri, saat membutuhkan untuk memasak tinggal memetik. Selain lebih praktis, mudah-mudahan juga bisa menghemat pengeluaran rumah tangga,” ungkapnya.
Ekawati berharap program tersebut diikuti dengan pendampingan secara rutin, terutama mengenai cara menanam, merawat, dan menjaga tanaman agar dapat tumbuh dengan baik serta menghasilkan panen.
Pemkab Majalengka sendiri berharap Penca Perdaya dapat diperluas ke seluruh desa dan kelurahan. Pemerintah, penyuluh pertanian, dan masyarakat diharapkan dapat membangun kolaborasi sehingga pemanfaatan pekarangan tidak hanya menjadi solusi kebutuhan cabai keluarga, tetapi juga bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan dan menjaga stabilitas harga.
Dengan demikian, Penca Perdaya diharapkan tidak sekadar menjadi program penanaman cabai, melainkan berkembang menjadi gerakan masyarakat untuk membangun kemandirian pangan dari tingkat keluarga, sekaligus mendukung pengendalian inflasi di Kabupaten Majalengka.





