A. Hudri Harisman

Majalengka, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Majalengka menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) bersama DPC dan DPAC se-kabupaten Majalengka, dengan tema “Penguatan Ideologi dan Struktur Partai”.
Acara yang di gelar di aula sekretariat DPC PKB Majalengka yang baru rampung di bangun ini, juga sekaligus melaksanakan Pra Musyawarah Anak Cabang (Pramusancab), yang dihadiri oleh perwakilan 26 Kecamatan se-kabupaten Majalengka, Ahad (10/08/2025).
Ketua DPC PKB Kabupaten Majalengka Dr. H. Juhana Zulfan, M.M., mengatakan bahwa kegiatan pramusancab ini digelar sebelum Musancab, sebagai tahap persiapan dan konsolidasi.
“Nah ini, kebijakan dari DPW PKB Jawa Barat bahwa untuk kegiatan Musyawarah Anak Cabang itu ada dua tahap, diawali dengan acara sekarang pramusancab, jadi ini dalam tahap persiapan dan konsolidasi,” ucap Juhana, yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua III DPRD Kabupaten Majalengka.
Saat ini, sebenarnya kata Juhana, dalam proses menuju Musancab kepengurusan sudah 60 %, DPW PKB Jabar sedang melakukan verifikasi data administrasi calon pengurus Anak Cabang.
“Kemudian dalam struktur kepengurusan PAC ini harus 30% keterwakilan perempuan, nanti kita susun tuh komposisinya,” ucap purnawiran Polri ini.
Menurutnya, sebuah kebanggaan dalam kepemimpinan sejak tahun 2022, PKB Majalengka sekarang sudah tidak perlu mengeluarkan biaya untuk sewa kontrak kantor. Begitupun, anggota DPRD bertambah yang semula 5 sekarang 6 anggota dari Fraksi PKB.
Sementara anggota DPR-RI fraksi PKB KH. Maman Imanul Haq, MM., mengatakan bahwa partai akan besar jika mempunyai Ideologi yang kuat, “maka pemantapan ideologi PKB kepada para kader dan pengurus-pengurus baru, ini menjadi kewajiban kami di bagian struktur,” ucapnya.
“Kita memiliki basis ideologi kebangsaan Islam ahlus sunnah waljama’ah, yang memiliki komitmen kebangsaan yang kuat,” tambahnya.
Oleh sebab itu, Maman Imanul Haq mengucapkan terimakasih kepada Ketua DPC PKB Majalengka Juhana Zulfan, yang telah mensukseskan kegiatan penguatan idiologi kader dan pengurus PKB Majalengka.
“Pengkaderan ini tidak hanya sekedar basis tradisional kita, hari ini sudah mulai merambah ke beberapa komunitas, terutama komunitas milenial, temen-temen SPSI, lalu juga ada petani,” ungkap KH. Maman, pendiri dan pengasuh Ponpes Almizan.
Menurutnya, PKB hari ini cukup diminati oleh anak-anak muda, karena ide-idenya kekinian, terbuka untuk semua, “Saya yakin bonus demografi di tahun 2029, dimana gen-z itu menguasai diatas 50 % akan memilih PKB menjadi pilihannya,” pungkas Maman.***




