GRIB.CO.ID –
KEDIRI, 27 Maret 2026 – Suasana penuh kehangatan dan kekhidmatan menyelimuti kegiatan Halal Bihalal yang dirangkaikan dengan santunan anak yatim dan kaum dhuafa oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kediri bersama Panji Laras, yang terdiri dari unsur LSM dan media.
Kegiatan ini bukan sekadar tradisi pasca Hari Raya, namun menjadi momentum penting dalam memperkuat nilai kebersamaan dan kepedulian sosial antar berbagai elemen masyarakat.
Acara berlangsung dengan penuh makna, di mana santunan kepada anak yatim piatu dan kaum dhuafa menjadi sorotan utama sebagai bentuk nyata kepedulian sosial dari PUPR Kabupaten Kediri.
Langkah ini dinilai sebagai contoh positif yang patut diteladani dalam membangun solidaritas di tengah masyarakat.
“Momentum halal bihalal ini juga menjadi ajang mempererat hubungan antara pemerintah, aparat TNI, insan pers, aktivis LSM, hingga praktisi hukum.
Sinergi lintas sektor ini terlihat kuat dalam satu semangat kebersamaan untuk membangun masyarakat yang harmonis dan berkeadilan.
Panji Laras hadir tidak hanya sebagai peserta, tetapi juga sebagai bagian dari gerakan kepedulian sosial yang aktif berkontribusi terhadap kesejahteraan anak yatim dan kaum dhuafa.
Dalam sambutannya, Haris menegaskan pentingnya menjaga sinergi lintas unsur serta meningkatkan kepedulian terhadap hak-hak anak yatim dan masyarakat kurang mampu sebagai fondasi utama dalam membangun kehidupan sosial yang berkeadilan.
Pesan yang disampaikannya pun menjadi sorotan dan menggugah seluruh peserta,
“Seduluran selawase, ora mung sak wektu, nanging nganti tekan urip sak lawase.”
Sebagai bentuk nyata kepedulian, kegiatan ini juga diisi dengan penyerahan bantuan secara simbolis kepada anak yatim dan masyarakat dhuafa.
Aksi tersebut menjadi bukti bahwa kolaborasi antara pemerintah, TNI, media, LSM, dan pengacara mampu memberikan dampak langsung bagi masyarakat.
Kehadiran unsur Kodim dan Danramil turut menunjukkan komitmen aparat dalam menjaga stabilitas sosial serta mendukung kegiatan kemasyarakatan.
Sementara itu, peran pengacara juga menjadi bagian penting dalam meningkatkan kesadaran hukum dan menjamin keadilan bagi masyarakat.
Suasana acara berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan. Seluruh peserta tampak antusias mengikuti rangkaian kegiatan, mulai dari sambutan, doa bersama, hingga ramah tamah yang semakin mempererat hubungan antar elemen.
Semangat “Seduluran Selawase” diharapkan tidak hanya menjadi slogan, tetapi benar-benar menjadi fondasi dalam membangun masyarakat yang peduli, solid, dan sejahtera di Kabupaten Kediri.
Tim red





