Majalengka – Kebakaran melanda lahan bambu milik warga di Blok 6 RT 001/RW 006, tepatnya di belakang Perum Trusmiland, Desa Cikoneng, Kecamatan Sukahaji, Kabupaten Majalengka, Senin (10/8/2026) malam.
Kebakaran diketahui terjadi sekitar pukul 17.00 WIB. Api dengan cepat membakar lahan bambu hingga mencapai luas sekitar 5 hektare.
Babinsa Desa Cikoneng, Serma Dian Hr, dari Koramil 1708/Sukahaji Kodim 0617/Majalengka, bersama unsur terkait langsung berjibaku melakukan upaya pemadaman dan penanganan di lokasi.
“Begitu mendapat informasi kebakaran, kami langsung berkoordinasi dengan unsur terkait untuk melakukan pemadaman dan mengantisipasi agar api tidak semakin meluas,” ujar Serma Dian.
Dalam penanganan kebakaran tersebut, Babinsa bersama personel Polri, Satpol PP, BPBD Kabupaten Majalengka, pemerintah desa, serta warga Perum Trusmiland bahu-membahu memadamkan kobaran api.
Kapolsek Sukahaji AKP Erik Risnandar, Babinsa Desa Cikoneng Serma Dian, Bhabinkamtibmas Cikoneng Aiptu Zaenal, anggota Satpol PP Kecamatan Sukahaji, anggota BPBD Kabupaten Majalengka, Apdes Cikoneng, dan warga Perum Trusmiland turut berada di lokasi.
Petugas melakukan koordinasi dan pemadaman secara bersama-sama untuk mencegah api merembet ke area lain, terutama mengingat lahan yang terbakar merupakan kawasan yang ditumbuhi tanaman bambu.
Setelah sekitar empat jam dilakukan penanganan, api akhirnya berhasil dipadamkan pada pukul 21.00 WIB.
“Alhamdulillah, sekitar pukul 21.00 WIB api sudah berhasil dipadamkan. Selama proses pemadaman, kami terus melakukan koordinasi dengan seluruh unsur yang terlibat,” kata Serma Dian.
Hingga saat ini, penyebab kebakaran masih belum diketahui. Tidak ada korban jiwa maupun personel yang mengalami luka dalam kejadian tersebut.
Adapun kerugian sementara berupa lahan bambu milik warga yang terbakar dengan luas sekitar 5 hektare.
Babinsa bersama unsur Muspika dan instansi terkait selanjutnya terus melakukan pemantauan di sekitar lokasi untuk memastikan tidak muncul kembali titik api.
“Upaya yang dilakukan di antaranya melaporkan kejadian kepada komando atas, berkoordinasi dengan unsur Muspika, serta bersama TNI, Polri, Satpol PP, BPBD dan pemerintah desa melakukan penanganan di lapangan,” pungkasnya. (Pendim_0617)





