Kapolda PBD Gandeng Tokoh Agama, Tokoh Adat dan Masyarakat Bersama Insan Pers Jaga Kamtibmas

PAPUA BARAT DAYA, BUSERJATIM.COM GROUP — Kapolda Papua Barat Daya Brigjen Pol. Dr. Hengki Haryadi, S.I.K., M.H., mengajak seluruh elemen masyarakat memperkuat sinergi dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah Papua Barat Daya.

Hal tersebut disampaikan Kapolda saat menggelar Coffee Morning bersama tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, mahasiswa, organisasi Cipayung dan Cipayung Plus serta insan pers di Rylich Panorama Hotel, Kota Sorong, Selasa (22/9/2026).

Bacaan Lainnya

Dalam kegiatan tersebut, Kapolda menyoroti derasnya arus informasi di media sosial yang berkembang sangat cepat di tengah masyarakat. Menurutnya, kondisi tersebut harus disikapi secara bijak agar informasi yang belum jelas kebenarannya tidak menimbulkan keresahan maupun mengganggu situasi kamtibmas.

“Jangan terprovokasi isu-isu menyesatkan yang bertebaran di media sosial. Kita harus bijak dalam menerima dan menyikapi setiap informasi yang berkembang,” tegas Hengki.

Ia menjelaskan, perkembangan teknologi informasi di era disrupsi membawa tantangan tersendiri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Karena itu, masyarakat diharapkan mampu memilah informasi dengan memperhatikan sumber serta kebenaran informasi sebelum menyebarkannya.

“Di era disrupsi dan perubahan seperti sekarang, kita harus lebih bijak. Jangan sampai informasi yang tidak benar justru memengaruhi situasi keamanan dan ketertiban di tengah masyarakat,” ujarnya.

Kapolda juga menekankan pentingnya peran tokoh masyarakat, tokoh agama dan tokoh adat dalam menjaga kondisi keamanan di Papua Barat Daya. Menurutnya, masing-masing tokoh memiliki peran strategis dalam membangun komunikasi dengan masyarakat sekaligus mencegah berkembangnya persoalan yang dapat mengganggu kondusivitas daerah.

“Tokoh masyarakat, tokoh agama dan tokoh adat memiliki peran masing-masing dalam membantu membangun situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di Papua Barat Daya,” katanya.

Selain itu, Hengki turut menyoroti peran mahasiswa, organisasi Cipayung dan Cipayung Plus sebagai bagian dari elemen masyarakat yang memiliki ruang penting dalam menyampaikan aspirasi secara konstruktif.

Ia berharap penyampaian aspirasi dapat dilakukan melalui dialog dan komunikasi yang baik sehingga perbedaan pandangan tidak berkembang menjadi persoalan yang mengganggu keamanan daerah.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolda juga memberikan perhatian khusus terhadap peran insan pers. Menurutnya, media memiliki posisi strategis dalam menjembatani komunikasi antara Polri dan masyarakat.

“Media menjadi news bridge antara Polri dan masyarakat. Karena itu, kami berharap media dapat menyajikan pemberitaan yang kredibel, berimbang dan terpercaya,” ungkapnya.

Kapolda berharap media massa dapat membantu masyarakat memperoleh informasi yang benar dan dapat dipertanggungjawabkan, khususnya di tengah derasnya arus informasi dari berbagai platform digital.

Coffee Morning tersebut menjadi wadah komunikasi dan silaturahmi antara Polda Papua Barat Daya dengan berbagai elemen masyarakat. Pertemuan itu sekaligus menjadi ruang untuk memperkuat sinergi dalam menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Papua Barat Daya.

Melalui komunikasi lintas elemen tersebut, Polda Papua Barat Daya mendorong terciptanya hubungan yang semakin terbuka antara kepolisian, masyarakat, mahasiswa, tokoh agama, tokoh adat dan media dalam menjaga Papua Barat Daya tetap aman, damai dan kondusif.

(Tim/Red)

Pos terkait