Majalengka, Beberapa hari menjelang pergantian tahun baru 2024 warga desa jatisura kecamatan jatiwangi diduga dihebohkan oleh kelakuan salah satu pegawai bank BRI yang mempunyai jabatan sebagai mantri di cabang unit beusi desa jatisura kecamatan jatiwangi yang bernisial AGS.
AGS dituding saat melakukan penagihan keterlambatan angsuran dirumah debiturnya tidak menggunakan aititutnya. Penagihan yang dilakukan oleh AGS kepada debiturnya diduga disertai intimidasi, dan tindakan tidak menyenangkan.
Selain itu, AGS juga dituding melakukan penagihan ke rumah debiturnya di luar jam kerja pada saat tanggal merah. Lanjutnya
Narasumber yang merupakan warga desa jatisura mengatakan. Anehnya sistem penagihan keterlambatan angsuran yang baru dalam hitungan minggu, oleh AGS mantri bank BRI tersebut diduga tidak sesuai SOP pada umumnya. Konon AY juga khawatir ketika mendapatkan tekanan yang tertujutu ke orang tuanya. Dia mengkhawatirkan terjadi hal yang tidak diharapkan menimpa orang tua AY, karena orang tuanya punya riwayat penyakit jantung. Tambahnya
Dikatakan oleh sumber, dirinya menyesalkan apa yang dilakukan oleh AGS seorang mantri bank BRI saat menjalankan tugasnya diduga tidak sesuai dengan kode etik Bank BRI. Ucapnya 31/12
Lanjut narasumber, seharusnya AGS sebagai mantri bank BUMN harus bisa melakukan langkah penagihan untuk mendatangi rumah nasabah disaat jam kerja, dengan menggunakan langkah persuasif dari pihak mantri menanyakan sebab keterlambatan dan melakukan pendekatan loby, bagaimana seorang debitur bisa tergugah hatinya supaya berusaha menutupi keterlambatan angsuran dengan segera. Opsi selanjutnya seorang mantri mencarikan solusi terbaik yang bisa membantu meringankan debitur disaat dirinya sedang dalam kondisi ekonomi yang sedang pailit. Dengan mengucapkan bahasa-bahasa lobi secara profesional yang sesuai dengan aturan dan kode etik BANK BRI, cara tersebut untuk menanggulangi angsuran debitur supaya tidak menjadi kredit macet. Tuturnya
Sumber pun menyebutkan, dari dulu sampai sekarang saya belum pernah menemukan mantri yang bahasanya arogan, dan tidak mempunyai aititut seperti mantri yang sekarang.
AGS adalah seorang mantri bank BRI Kantor Cabang Pembantu KCP UNIT BEUSI Jl. Raya S. Sukani Jatiwangi Majalengka, Jawa Barat.
Untuk penelusuran lebih lanjut berbekal apa yang dikatakan oleh sumber, kemudian awak media langsung mendatangi kediaman AY didaerah desa jatisura. Yang mana AY tinggal satu rumah dengan orang tuanya yang juga sebagai debitur inisial SU.
SU mengatakan, pada saat itu mantri AGS datang kesini malam terus pada hari minggu pagi tanggal 31-12-2023 datang lagi ke rumah pas hari libur tanggal merah. Kalau angsuran yang punya saya mah baru telat berapa hari, jatuh tempo mah tanggal 25 kemudian sampai tanggal 31 ini berarti baru telat 6 hari. AGS juga sempat menakuti saya, karena uang yang saya pinjam dia tahu bahwa uangnya bukan untuk saya semua, hanya beberapa yang dipakai sama anak saya.
Masih dengan SU, AGS juga memberi tekanan kesaya bilang begini “Ibu SU sama anaknya bisa diusut, karena melakukan pemalsuan perbangkan, gara-gara ibu ini jadi hot news” terus dia juga bilang sambil marah, “pokoknya mau ngenjual apa saja terserah saya tidak mau tahu, yang penting ada masuk angsuran” kita juga pasti berusaha pak yang namanya hutang ya harus wajib dilunasi sabar dulu. Kata SU orang tua AY dengan nada cemasnya.
Terpisah keterangan dari paman AY yang berinisial US pada hari minggu 31/12 mengatakan. “AY setelah ditagih ketemu dengan AGS pagi tadi langsung nangis-nangis pak, terus keluar dari rumah ga tau kemana perginya kita tau sampai panik, sampe detik sekarang ga ada kabar takut terjadi apa-apa solanya dalam kondisi seperti itu. Katanya waktu tadi pagi AGS mau datang lagi malam ini, ya saya tungguin, malah mau saya tempuhin gara-gara habis ketemu anda ponakan saya sampai sekarang pergi ga ada kabar, saya sudah terlanjur marah pak, saya berharap mantri itu dipindahkan dari sini pak, dari pada terjadi hal yang tidak di inginkan” kesal US. 31/12
Saat Ay menyampaikan pengalamanya, saya beberapa kali pinjam ke bank BRI baru ini bertemu seorang mantri seperti AGS ini yang tidak sopan, bahasanya kasar, mengintimidasi saya terkejut masa seorang mantri bank BRI kok seperti ini bahasanya arogan membuat saya takut, ngedown, panik. Padahal saya juga sudah ke 5 kalinya pinjam di BRI ini. Yang pertama dikasih 4juta, kedua 8juta, ketiga 15juta, ke empat 20juta selama itu lancar terus waktu usaha berjalan.
Setelah yang saat ini ke lima kalinya dikasih 40juta. Karena usaha kreditan saya yang konsumennya karyawan pabrik yang kontraknya habis, yang pada keluar ga jelas, disitu saya mengalami usaha saya hancur, karena tertipu sama karyawan tersebut. Akibatnya seperti ini mengalami keterlambatan angsuran. Setoran saya kurang lebih 1,2juta per bulan dengan jatuh tempo tanggal 15, kalau yang punya mimi 1,5juta jatuh temponya tanggal 25. Jelas Ay
Kemudian lanjut AY, setiap pencairan debitur itu kan potongannya besar pak, di potong dengan nilai angsuran dua bulan. Ketika ada kendala keterlambatan dari kekurangan angsuran saya yang dibulan desember ini saya fikir bisa di tutupi dulu dari potongan tersebut. Kok malah tidak bisa katanya. Saya juga sempat memohon ke AGS, pak seandainya kalau saya mengajukan untuk meminta keringanan, kira-kira bisa ga. Malah jawaban dari AGS tidak sesuai harapan.
“oh ga bisa, seenaknya saja memang punya aturan sendiri” Kata AGS
Sementara AGS mantri bank BRI tersebut saat dikonfirmasi melalui pesan aplikasi watshap mengatakan, Baik pak jawab, kalau besok bisa menemui saya dan pak kepala unit dikantor? Baiknya dengan nasabahnya atas nama bu ayu gia rahayu tersebut. Baik pak saya jawab maksdnya. Pungkasnya 15/01
(Tim/red)


