Majalengka – Menyambut datangnya Masa Tanam 1 Tahun 2027, masyarakat Desa Balida, Kecamatan Dawuan, Kabupaten Majalengka, menggelar tradisi adat Guar Bumi yang berlangsung meriah dan penuh khidmat pada Rabu (14/10/2026).
Kegiatan adat yang berpusat di lokasi sakral Situs/Buyut Santri, Blok Jumat, Desa Balida tersebut digelar sebagai bentuk rasa syukur atas limpahan rezeki sekaligus doa bersama agar hasil pertanian warga melimpah dan terhindar dari hama.
Tradisi Guar Bumi—yang bermakna membuka atau mencangkul tanah pertama kali sebelum musim tanam tiba—turut dihadiri oleh unsur pimpinan kecamatan (Muspika), tokoh masyarakat, hingga jajaran aparat kewilayahan.
Hadir dalam kesempatan tersebut Camat Dawuan Endang Hermawan, Kepala Desa Balida Aay Aryando, Kepala BP3K Kecamatan Dawuan Eris, Kepala UPI Kamun Airien, Ketua Gapoktan Desa Balida, serta puluhan warga dan petani setempat.
Tampak hadir pula Babinsa Koramil 1716/Dawuan, Sertu Sujono, yang mewakili Danramil untuk mendampingi dan membaur langsung bersama masyarakat.
Sertu Sujono menyampaikan bahwa kehadiran TNI di tengah-tengah masyarakat dalam acara adat ini merupakan wujud dukungan terhadap ketahanan pangan nasional sekaligus bentuk kepedulian dalam melestarikan kearifan lokal.
“Tradisi Guar Bumi ini bukan sekadar ritual tahunan, melainkan wujud rasa syukur sekaligus momentum mempererat tali silaturahmi dan gotong royong antarwarga jelang musim tanam. Kami dari Koramil 1716/Dawuan siap mendukung kelancaran dan produktivitas para petani di Desa Balida,” ujar Sertu Sujono di lokasi acara.
Sementara itu, Kepala Desa Balida, Aay Aryando, menyambut baik semangat kebersamaan warga dan jajaran instansi yang hadir. Ia berharap lewat tradisi Guar Bumi ini, para petani semakin bersemangat dan hasil panen di Masa Tanam 1 Tahun 2027 dapat meningkat secara signifikan.
Acara diakhiri dengan doa bersama serta ramah tamah antarwarga dan pejabat yang hadir, menandai siap dimulainya aktivitas pengolahan lahan pertanian di wilayah Desa Balida. (Pendim_0617)





