Puasa sunnah Tasua (9 Muharram) dan Asyura (10 Muharram) akan dilaksanakan pada tanggal 4 dan 5 Juli 2025.
Puasa ini memiliki keutamaan luar biasa dalam ajaran Islam, sebagaimana yang dicontohkan oleh Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam.
Marilah kita sambut kesempatan ini dengan hati yang ikhlas untuk mendekatkan diri kepada Allah Suhanahu wa Ta’ala melalui puasa sunnah yang penuh berkah ini.
Puasa Asyura memiliki kedudukan istimewa karena mengandung nilai sejarah dan spiritual yang mendalam. Dalam hadis riwayat Imam Muslim, Rasulullah Shàlallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
صَوْمُ يَوْمِ عَاشُورَاءَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِي قَبْلَه
“Puasa pada hari Asyura, aku berharap kepada Allah agar ia menghapus dosa-dosa setahun yang telah lalu.” (HR. Muslim, no. 1162).
Dalil ini menunjukkan bahwa puasa Asyura memiliki keutamaan besar, yaitu sebagai sarana pengampunan dosa-dosa kecil selama setahun sebelumnya. Tentu saja, ini berlaku bagi dosa-dosa yang tidak termasuk dosa besar, sebagaimana dijelaskan oleh para ulama.
Dengan menjalankan puasa ini, kita diajak untuk merenungi kesalahan di masa lalu, memperbaiki diri, dan memperbarui tekad untuk menjadi hamba yang lebih taat.
Selain puasa Asyura, Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam juga menganjurkan untuk berpuasa pada hari Tasua, yaitu sehari sebelum Asyura.
Dalam hadis riwayat Imam Muslim lainnya, Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
إذا كان العام المقبل إن شاء الله صمنا اليوم التاسع
“Jika tiba tahun depan, insyaAllah kami akan berpuasa pada hari kesembilan.” (HR. Muslim, no. 1134).
Dengan berpuasa pada hari Tasua (9 Muharram) dan Asyura (10 Muharram), kita mengikuti sunnah Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam sekaligus menunjukkan identitas keislaman kita.
Puasa Tasua juga menjadi pelengkap keutamaan puasa Asyura, memperkuat ikhtiar kita dalam meraih rahmat dan ampunan Allah Subhanahu wa Ta’ala.( SUHENDRO)





