Peringati HUT ke-78 Polwan, Polres Indramayu Gelar Program Goes to School

INDRAMAYU — Suasana penuh kehangatan dan antusiasme menyelimuti lingkungan SDN Margadadi IV, Kabupaten Indramayu, Senin pagi (24/8/2026).

Memperingati Hari Jadi ke-78 Polisi Wanita (Polwan) Republik Indonesia, jajaran Srikandi Polwan Polres Indramayu Polda Jabar, turun langsung menyapa para pelajar melalui program inspiratif Polwan Goes to School.

Kegiatan yang dimulai sejak pukul 07.00 WIB tersebut dirancang bukan sekadar kunjungan seremonial belaka. Para Polwan hadir untuk memberikan edukasi komprehensif guna membimbing para pelajar menjadi generasi muda yang aman, sehat, dan bertanggung jawab, sekaligus membekali mereka benteng pertahanan mental dalam menghadapi dinamika pergaulan modern.

Kapolres Indramayu AKBP Prianggo P. M., melalui Kasi Humas Polres Indramayu AKP Tarno, menjelaskan momentum hari jadi tahun ini dimanfaatkan secara optimal untuk memperkuat peran kepolisian dalam pembentukan karakter anak bangsa sejak usia dini.

“Polwan Goes to School menjadi sarana bagi anggota Polwan untuk hadir lebih dekat dengan para pelajar. Tidak hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga membangun komunikasi agar anak-anak memiliki keberanian untuk menjaga diri, mengambil keputusan yang baik, dan bertanggung jawab,” ujar AKP Tarno

Dalam sesi pemaparan materi yang dikemas secara komunikatif dan interaktif, para pelajar mendapatkan penyuluhan mendalam mengenai bahaya laten penyalahgunaan serta peredaran gelap narkotika.

Para pelajar diedukasi secara gamblang agar mengenali risiko fatal narkoba, sehingga mampu menumbuhkan ketahanan diri untuk menolak segala bentuk ajakan negatif yang berpotensi menghancurkan masa depan mereka.

Menurut AKP Tarno, masifnya arus informasi dan pergaulan bebas di era digital menuntut adanya penguatan karakter sejak dini agar anak-anak tidak mudah terombang-ambing oleh pengaruh buruk lingkungan.

“Karena itu, mereka harus memiliki benteng diri yang kuat. Pelajar harus berani mengatakan tidak terhadap narkoba dan berbagai bentuk perilaku negatif yang dapat merusak masa depan,” tegasnya.

Mengusung tema besar “Menjadi Remaja yang Aman, Sehat dan Bertanggung Jawab”, para pelajar diajak untuk memahami pentingnya menjaga etika pertemanan yang sehat, menumbuhkan sikap saling menghormati antarsesama, serta melatih kemampuan berpikir kritis sebelum mengambil suatu keputusan.

Tidak hanya itu, para Polwan turut memberikan edukasi penting seputar etika bermedia sosial agar para remaja bijak dalam memanfaatkan ruang digital, mengingat potensi kerawanan siber yang kerap menyasar anak-anak muda.

Pendekatan penyampaian materi yang cair dan menggunakan bahasa ramah anak membuat para siswa aktif berdialog dan antusias mengikuti seluruh rangkaian acara tanpa ada rasa canggung.

Melalui kegiatan ini, AKP Tarno berharap terbentuk sebuah persepsi positif di benak anak-anak bahwa institusi Kepolisian Republik Indonesia merupakan sahabat sekaligus tempat perlindungan yang ramah bagi masyarakat, termasuk kalangan pelajar.

“Anak-anak jangan takut berkomunikasi. Apabila mengalami atau mengetahui adanya persoalan yang dapat membahayakan diri maupun temannya, sampaikan kepada guru, orang tua, atau pihak yang dipercaya, termasuk kepolisian,” jelas AKP Tarno.

Pihaknya menambahkan bahwa keberhasilan pembinaan karakter anak tidak bisa dibebankan semata kepada pihak sekolah, melainkan membutuhkan kolaborasi erat antara keluarga, lembaga pendidikan, aparat penegak hukum, dan kepedulian masyarakat luas.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *