GRIB.CO.ID –
Kediri 15 November 2025, Belum adanya titik temu terkait masalah tanah milik alm Matrejo Samiran beberapa waktu lalu ahli waris terus memperjuangkan apa yang menjadi haknya,
Ahli waris dari Alm Matrejo Samiran, warga Desa Padangan, Dusan Kandangan, Kabupaten Kediri resmi melaporkan dugaan praktik mafia tanah ke Polres Kediri,
Laporan ini di ajukan setelah keluarga menemukan 26 bidang tanah yang terindikasi di kuasai secara ilegal oleh orang lain yang merupakan warisan keluarga sejak tahun 1976.
Sesuai keterangan yang di kutip dalam video YouTube Fledio TV beberapa waktu yang lalu, ahli waris dari Alm Matrejo Samiran menegaskan bahwasannya tanah- tanah tersebut tidak pernah di perjual belikan, ” namun kini di kuasai oleh pihak lain yang di duga kuat punya keterkaitan dengan jaringan mafia tanah.
Dalam video tersebut, cucu Matrejo Samiran menyampaikan keluhan atas hilangnya hak keluarga secara sepihak, begini Ujarnya :
“Ini tanah warisan Simbah sejak lama, keluarga tidak pernah menjual tanah tersebut, tapi sekarang di kuasai oleh orang lain tanpa sepengetahuan kami , pokoknya kami minta Polisi menindak tegas agar hak keluarga tidak hilang,” ujar cucu almarhum Matrejo Samiran dalam video tersebut yang di unggah oleh Fladio TV.
” Ketika melaporkan kasus ini ke Polres Kedir, pihak ahli waris didampingi oleh dua lembaga,
Jack dari LSM FKKM dan ibu Is dari LSM Srikandi, kedua lembaga tersebut memberikan pendampingan moral sekaligus menegaskan bahwasannya dugaan penguasaan 26 bidang tanah ini memiliki pola yang kuat mengarah ke praktik mafia tanah .
Berikut Laporan serta bukti- bukti,
Ahli waris telah menyerahkan sejumlah dokumen warisan serta bukti kepemilikan lama ,dan data data yang diduga telah di manipulasi oleh pihak lain, ” Meraka meminta penyidik menelusuri dokumen yang kini menguasai tanah tersebut.
Dan adapun harapan keluarga besar Almarhum Matrejo samiran polisi bertindak cepat dan tegas untuk mencegah hilangnya hak waris secara permanen serta memberikan perlindungan dari potensi intimidasi. ( Bersambung……)
Tim redaksi





